Kinerja WIFI Moncer, Saham Diprediksi Melonjak 60%

Kinerja WIFI Moncer, Saham Diprediksi Melonjak 60%
Ilustrasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) (https://storage.googleapis.com/swafiles/images/2025/11/291534/1764405247_248fbe4273953d429077.jpg)

JAKARTA - Emiten WIFI mencatat lonjakan laba signifikan dan kinerja kuat, dengan potensi kenaikan saham lebih dari 60% didorong ekspansi FTTH.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menunjukkan performa keuangan yang solid dengan ekspansi margin yang terus berlanjut. Emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ini dinilai memiliki prospek saham yang masih menarik di tengah pertumbuhan bisnisnya.

WIFI mencetak pertumbuhan yang solid pada 2025 dengan pendapatan melesat 147% yoy menjadi Rp 1,6 triliun. Laba bersih juga melonjak 345% yoy, mencerminkan efisiensi dan ekspansi yang berjalan optimal.

Lonjakan tersebut didorong oleh peningkatan margin yang signifikan dalam struktur keuangan perusahaan. Margin laba kotor (gross profit margin/GPM) tercatat sebesar 68%, margin EBITDA mencapai 69%, serta margin laba bersih (net profit margin/NPM) sebesar 24%.

“Bisnis FTTH (fiber to the home) sebagai pendorong utama pertumbuhan WIFI,” tulis Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (5/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut dia, ekspansi agresif FTTH mendorong peningkatan jumlah home passes menjadi 2,5 juta. Jumlah pelanggan (subscribers) juga naik menjadi 1,5 juta dengan take-up rate (TUR) meningkat menjadi 60%.

“Kontribusi FTTH terhadap total pendapatan WIFI pada 2025 juga naik signifikan menjadi 45% dibandingkan 15% pada 2024,” ungkap Liza, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain FTTH, kinerja awal kuartal I-2026 juga memperlihatkan daya tarik bisnis fixed wireless access (FWA). Segmen ini mencatat lebih dari 200 ribu pelanggan dengan lebih dari 230 lokasi (sites) dan menargetkan lebih dari 3,2 juta pelanggan.

Pada kuartal I-2026, WIFI membukukan lonjakan pendapatan sebesar 238,3% menjadi Rp 783,5 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 231,56 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto meningkat 152% menjadi Rp 439,2 miliar. Laba usaha juga melonjak 158,8% menjadi Rp 356,1 miliar.

Alhasil, WIFI mencetak laba bersih sebesar Rp 164,5 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini naik 99,2% yoy dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar Rp 82,5 miliar.

Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham Solusi Sinergi Digital (WIFI). Target harga saham WIFI dipatok sebesar Rp 4.000 dengan potensi kenaikan lebih dari 60%, tepatnya 67,3%.

Target harga saham WIFI mencerminkan estimasi valuasi P/E 2026 dan 2027 sebesar 14,39 kali dan 13,3 kali. Selain itu, PBV tercatat sebesar 1,94 kali dan 1,7 kali serta EV/EBITDA sebesar 6,67 kali dan 5,57 kali.

Kiwoom Sekuritas menilai harga saham WIFI saat ini telah mencerminkan berbagai faktor risiko. Dukungan ekspansi FTTH yang terus dilakukan di Sumatra diharapkan dapat meningkatkan jumlah home passes dan koneksi pelanggan.

Meski demikian, risiko penurunan tetap perlu diperhatikan oleh investor. Faktor seperti pelemahan daya beli, persaingan industri, kenaikan biaya operasional, serta prospek ekonomi Indonesia menjadi tantangan ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index