KPIG Laba Bersih Rp94,6 Miliar Kuartal I 2026 Naik 55,8%

KPIG Laba Bersih Rp94,6 Miliar Kuartal I 2026 Naik 55,8%
Ilustrasi PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) (https://storage.googleapis.com/storage-ajaib-prd-platform-wp-artifact/2021/04/Saham-KPIG.jpg)

JAKARTA – KPIG cetak laba bersih Rp94,6 miliar kuartal I 2026, naik 55,8% yoy ditopang pendapatan dan segmen hospitality yang kuat.

PT MNC Tourism Indonesia Tbk membuka tahun 2026 dengan performa yang solid melalui lonjakan kinerja keuangan di kuartal pertama. Emiten dengan kode saham KPIG ini berhasil mencatatkan laba bersih yang meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) membuka tahun 2026 dengan kinerja positif, di mana emiten pariwisata Grup MNC ini membukukan laba bersih sebesar Rp94,6 miliar pada kuartal I 2026. Mengutip siaran pers Perseroan yang diunggah melalui Keterbukaan Informasi di laman IDX, Senin (4/5), capaian ini melesat 55,8% secara tahunan dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp60,7 miliar.

Kenaikan profitabilitas ini sejalan dengan marjin laba bersih yang ikut menebal menjadi 16,1% dari sebelumnya 13,1% pada kuartal I 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional serta peningkatan kualitas pendapatan perseroan.

Pertumbuhan laba topang oleh pendapatan bersih yang ikut terkerek signifikan. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, KPIG mencatatkan pendapatan sebesar Rp589,1 miliar, tumbuh 26,8% year-on-year dari Rp474,7 miliar.

Penguatan bisnis hospitality menjadi motor utama kinerja tersebut. Segmen yang mencakup hotel, resor, dan golf ini berkontribusi dominan hingga 52% terhadap total pendapatan atau senilai Rp306,1 miliar, tumbuh 43,2% secara tahunan.

Sementara itu, lini bisnis manajemen properti, apartemen, sewa perkantoran, dan jasa lainnya menyumbang Rp283,0 miliar. Kontribusi tersebut meningkat 12,8% yoy dan tetap menjadi penopang penting dalam diversifikasi pendapatan.

Dari sisi operasional, KPIG juga mencatat EBITDA sebesar Rp110,9 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 26,8% dibandingkan kuartal I 2025. Marjin EBITDA perseroan tercatat stabil di level 18,8% dengan efisiensi yang tetap terjaga.

Sejalan dengan itu, laba per saham emiten pariwisata ini ikut naik menjadi Rp0,95 dari sebelumnya Rp0,55. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 74% yoy yang memperkuat daya tarik saham KPIG di mata investor.

Neraca keuangan KPIG turut menunjukkan kondisi yang sehat pada akhir Maret 2026. Total aset perseroan tercatat Rp36,2 triliun, naik tipis 0,6% dibandingkan posisi akhir 2025.

Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan 4% menjadi Rp6,9 triliun dari Rp7,2 triliun pada akhir Desember 2025. Adapun ekuitas menguat 1,8% menjadi Rp29,3 triliun yang mencerminkan fundamental perusahaan tetap kuat.

Manajemen KPIG terus mengakselerasi pengembangan portofolio aset ikonik di Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City. Fokus saat ini diarahkan pada finalisasi pembangunan Hyatt Regency Lido Resort Tower Wing yang akan menambah kapasitas hotel guna menangkap permintaan akomodasi dan venue MICE di kawasan Lido.

Pengembangan infrastruktur hunian eksklusif Private Clubhouses Tahap 2 dan residensial Lido Hill juga berjalan sesuai jadwal. Selain itu, ekspansi fasilitas Lido Adventure Park terus dilakukan untuk memperkuat integrasi kawasan resor.

Kinerja operasional hotel milik perseroan juga didukung tingkat hunian yang kuat sepanjang kuartal I 2026. Hal ini menjadi indikator bahwa permintaan sektor pariwisata terus menunjukkan tren positif.

Sejumlah properti premium KPIG kembali meraih pengakuan global, di antaranya Park Hyatt Jakarta yang masuk dalam Tatler Best Indonesia 2026 untuk 20 Best Hotels in Indonesia. Sementara The Westin Resort Nusa Dua, Bali dinobatkan sebagai Resor Keluarga Terbaik kategori Bintang Lima dalam Holidays With Kids Reader's Choice Awards 2025 versi majalah perjalanan terbesar di Australia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index