Phintraco: IHSG Bakal Konsolidasi, Intip Saham Cuan Tanggal 5/5

Phintraco: IHSG Bakal Konsolidasi, Intip Saham Cuan Tanggal 5/5
Ilustrasi IHSG (https://img.idxchannel.com/images/idx/2025/10/11/IHSG_-_Papan_-_10_Okt_25.jpg)

JAKARTA – IHSG diprediksi konsolidasi di tanggal cantik 5/5, namun sejumlah saham pilihan tetap berpeluang memberikan cuan bagi investor.

Momentum tanggal cantik 5-5 ternyata tidak serta-merta mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tinggi. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi dalam rentang level 6.950 hingga 7.050 pada perdagangan Selasa (5/5/2026).

Sehari sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 0,22% atau 15,14 poin menuju 6.971,95 pada perdagangan Senin (4/5/2026). Indeks komposit dibuka pada level 6.988,91 dan sempat menyentuh posisi tertingginya di 7.069,69.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat histogram negatif MACD cenderung mengecil, sementara indikator stochastic RSI berada pada area oversold. "Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi dalam rentang level 6.950 hingga 7.050 pada perdagangan sesi dua kemarin," kata Valdy, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar tercatat di angka Rp12.438 triliun pada akhir sesi perdagangan Senin lalu. Sebanyak 327 saham mencatatkan kenaikan, 357 saham melemah, dan 134 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari jajaran big caps, kenaikan dicatatkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar 3,23% ke Rp3.840 dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tumbuh 3,14% menjadi Rp4.600 per saham. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 2,85% ke Rp2.890, sementara saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terapresiasi sebesar 1,78% menjadi Rp8.600.

Di sisi top gainers, PT Bumi Citra Permai Tbk. (BCIP) memimpin dengan lonjakan 34,85% ke Rp89, diikuti PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) yang tumbuh 34,83% menjadi Rp120 per saham. Sebaliknya, posisi top losers ditempati PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) yang turun 14,29% menjadi Rp108, dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) melemah 14% ke Rp86 per saham.

Di tengah fase konsolidasi IHSG, pelaku pasar tetap disarankan mencermati saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks. Pendekatan selektif berbasis analisis teknikal dinilai menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang di tanggal cantik 5-5 ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index