Update Harga Minyak Dunia: WTI Menguat di Angka US$ 96,64

Update Harga Minyak Dunia: WTI Menguat di Angka US$ 96,64
Ilustrasi Minyak WTI (https://www.xtrememarkets.com/wp-content/uploads/2025/11/wti-768x377.png)

JAKARTA – Harga minyak naik pada perdagangan Selasa 28 April 2026 pagi saat para pelaku pasar mulai menimbang kelanjutan langkah perundingan damai terkait perang Iran.

Fluktuasi nilai komoditas energi global ini terjadi di tengah suasana optimisme dan kehati-hatian para pemodal internasional.

Laporan pasar menunjukkan bahwa pada pukul 07.32 WIB nilai minyak West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Juni 2026 berada pada angka US$ 96,64 per barel.

Angka tersebut mencerminkan adanya kenaikan sekitar 0,28 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya.

Sentimen positif ini muncul karena para pedagang sedang menakar potensi efektivitas diplomasi dalam meredakan ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Arus perdagangan energi melalui jalur laut diharapkan bisa segera kembali pada kondisi stabil jika kesepakatan politik berhasil dicapai.

"Masih ada ekspektasi yang berlaku bahwa arus akan kembali normal pada Mei dan Juni, yang membatu harga minyak tetap terkendali," kata Rebecca Babin, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).

Pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group tersebut menilai proyeksi pemulihan distribusi menjadi faktor penyeimbang bagi volatilitas harga di pasar.

Dinamika geopolitik yang melibatkan Iran terus menjadi fokus utama karena perannya yang sangat krusial bagi ketersediaan stok minyak dunia.

Setiap perkembangan dalam meja perundingan akan langsung memberikan pengaruh terhadap persepsi risiko yang dimiliki oleh para spekulan dan investor institusi.

Saat ini pasar masih cenderung menahan diri sembari menunggu hasil nyata dari upaya mediasi yang dilakukan oleh berbagai pihak internasional.

Kenaikan harga yang tipis ini menandakan bahwa pasar masih melihat adanya peluang keberhasilan dari jalur dialog tersebut.

Meski demikian pelaku pasar tetap mewaspadai segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalur logistik energi utama di selat-selat strategis.

Stabilitas harga dalam jangka menengah akan sangat bergantung pada kepastian normalisasi pasokan yang diprediksikan terjadi pada dua bulan mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index