JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 0,15 persen ke level Rp 17.237 per dolar AS pada sesi perdagangan Selasa pagi 28 April 2026.
Laju mata uang garuda mengawali hari di zona merah setelah sempat menunjukkan pergerakan yang cukup stabil pada penutupan pekan sebelumnya.
Data perdagangan pada pukul 09.08 WIB menunjukkan depresiasi sebesar 26 poin dibandingkan dengan posisi pada hari Senin yang berada di angka Rp 17.211.
"Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan tren yang dialami mayoritas mata uang di kawasan regional yang juga tertekan terhadap dolar AS," ujar analis pasar uang, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).
Kondisi serupa juga terlihat pada pergerakan beberapa mata uang utama di wilayah Asia lainnya yang mayoritas berada di zona negatif.
Won Korea Selatan mencatatkan koreksi terdalam dengan pelemahan mencapai 0,39 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Selanjutnya, ringgit Malaysia turut melemah sebesar 0,22 persen, diikuti oleh dolar Taiwan yang terkontraksi 0,18 persen pada pembukaan perdagangan.
Hanya yen Jepang yang terpantau mampu mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,04 persen di tengah tekanan terhadap mata uang global lainnya.
Penguatan indeks dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang memicu pelemahan nilai tukar di pasar negara berkembang pagi ini.
Para pelaku pasar kini cenderung mengalihkan aset mereka ke dalam bentuk instrumen yang lebih aman sembari menunggu rilis data ekonomi terbaru.
Selain itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga global masih memberikan tekanan tambahan bagi pasar valuta asing domestik.
Meskipun demikian, tingkat pelemahan yang terjadi pada rupiah dinilai masih berada dalam rentang yang wajar dan terkendali.
Otoritas moneter diprediksi akan terus memantau fluktuasi ini guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.
Para importir dan eksportir diharapkan tetap waspada dalam melakukan transaksi valas di tengah volatilitas pasar yang masih cukup dinamis.