JAKARTA - Lembaga perbankan milik negara ini meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas siber yang marak terjadi saat musim liburan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI secara resmi mengeluarkan peringatan dini guna melindungi data pribadi serta saldo tabungan nasabah dari ancaman para peretas.
Langkah edukasi ini dilakukan mengingat tren kejahatan digital biasanya mengalami peningkatan yang cukup tajam seiring dengan tingginya aktivitas transaksi keuangan masyarakat menjelang hari raya.
Berbagai Modus Penipuan Rekayasa Sosial Di Ruang Digital
Para pelaku kejahatan sering kali menggunakan teknik manipulasi psikologis atau rekayasa sosial untuk mendapatkan informasi rahasia seperti nomor PIN dan kode verifikasi nasabah.
Modus yang sering ditemukan antara lain adalah pengiriman pesan singkat yang berisi tautan palsu dengan iming-iming hadiah lebaran atau pembaruan data akun perbankan secara mendesak.
Hingga Senin 2 Maret 2026 tercatat bahwa pelaku penipuan semakin canggih dalam menyamar sebagai petugas resmi bank melalui sambungan telepon maupun layanan pesan instan populer.
Pentingnya Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi Dan Kode OTP
Nasabah diingatkan dengan sangat keras untuk tidak pernah memberikan kode sandi sekali pakai atau OTP kepada siapa pun termasuk pihak yang mengaku karyawan bank.
Data sensitif seperti nomor kartu debit tanggal kedaluwarsa kartu serta tiga digit kode keamanan di belakang kartu harus dijaga kerahasiaannya dengan sangat ketat sekali.
BNI menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui sarana komunikasi apa pun karena hal itu sepenuhnya merupakan hak privasi milik nasabah.
Tips Aman Bertransaksi Melalui Aplikasi Mobile Banking BNI
Masyarakat disarankan untuk secara berkala melakukan penggantian kata sandi pada aplikasi perbankan seluler guna meminimalisir risiko akses ilegal dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
Gunakan jaringan internet yang aman dan hindari penggunaan fasilitas internet gratis atau wifi publik saat melakukan transaksi keuangan yang bersifat krusial dan sangat rahasia.
Aktifkan fitur notifikasi transaksi agar setiap pergerakan dana keluar maupun masuk dapat terpantau secara langsung melalui perangkat telepon genggam milik nasabah dalam waktu nyata.
Langkah Mitigasi Jika Terindikasi Menjadi Korban Kejahatan
Apabila nasabah merasa telah terjebak dalam jebakan penipuan digital maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera melakukan pemblokiran kartu melalui aplikasi atau layanan pelanggan.
BNI menyediakan layanan pusat bantuan yang beroperasi selama dua puluh empat jam penuh untuk membantu menangani laporan kehilangan dana atau indikasi peretasan akun perbankan.
Segera laporkan kronologi kejadian secara lengkap kepada pihak berwajib agar dapat dilakukan tindakan penelusuran lebih lanjut terhadap aliran dana yang telah dicuri oleh para pelaku.
Komitmen BNI Dalam Melindungi Keamanan Sistem Perbankan
Pihak manajemen BNI terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi dengan sistem keamanan berlapis guna menangkal berbagai jenis serangan siber yang semakin masif di era digital ini.
Kolaborasi dengan otoritas terkait dan lembaga keamanan siber nasional terus dijalankan secara intensif demi menciptakan ekosistem transaksi keuangan yang aman bagi seluruh rakyat Indonesia tercinta.
Edukasi mengenai literasi keuangan digital akan terus digalakkan melalui berbagai saluran komunikasi resmi agar masyarakat semakin cerdas dalam mengenali ciri-ciri modus penipuan yang ada saat ini.
Keamanan simpanan nasabah adalah prioritas utama perusahaan sehingga setiap inovasi layanan baru selalu disertai dengan kajian risiko keamanan yang sangat mendalam dan komprehensif sebelum diluncurkan.