FINANSIALINSIGHT.COM — Bursa Efek Indonesia menilai perdagangan exchange traded fund tidak bisa dalam tanpa pembeli. Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI, Pradapaningsih, menyebut dealer partisipan memang penyedia likuiditas, tetapi derasnya transaksi investor yang membuat pasokan itu mengalir.
Pernyataan itu disampaikan di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Menurut Pradapaningsih, semakin ramai investor bertransaksi, semakin besar pula insentif bagi dealer partisipan untuk menambah kuotasi beli dan jual.
Dealer Partisipan Bukan Satu-satunya Penopang
Pradapaningsih menegaskan peran dealer partisipan tidak berdiri sendiri. Tanpa arus dana yang masuk ke produk ETF, kedalaman pasar tetap sulit terbentuk meski kuotasi tersedia.
"Kalau misalnya investor semakin banyak bertransaksi, ini dealer partisipan juga akan semakin banyak menyediakan likuiditas," kata Pradapaningsih.
Ia menambahkan ketersediaan aset dasar atau underlying ikut menentukan kualitas likuiditas ETF. Kombinasi underlying yang memadai dan transaksi investor yang meningkat disebut dapat memperkuat perdagangan ETF di pasar sekunder.
"Peningkatan likuiditas tidak hanya bisa disupply dari sisi marketnya, kalau nggak ada yang beli kan. Jadi memang harus ada investor yang masuk ke dalamnya," ujarnya.
Edukasi Jadi Kunci Seiring Bertambahnya Produk
BEI terus menggenjot sosialisasi dan edukasi ETF lewat kantor perwakilan serta galeri investasi. Langkah itu ditempuh seiring bertambahnya jumlah produk ETF yang tercatat di bursa.
Menurut Pradapaningsih, edukasi penting agar investor memahami karakteristik tiap produk dan mampu membandingkan pilihan yang tersedia sebelum menempatkan dana.
"Edukasi dinilai penting seiring bertambahnya produk ETF, sehingga investor dapat memahami karakteristik dan membandingkan pilihan produk yang tersedia," tutup dia.
Arti bagi Investor dan Pelaku Pasar
Bagi investor, likuiditas yang lebih dalam berarti selisih harga beli dan jual atau spread berpotensi menyempit. Dampaknya, biaya transaksi lebih efisien dan eksekusi order lebih cepat, terutama untuk investor ritel yang bertransaksi dalam ukuran kecil.
Bagi manajer investasi dan penerbit ETF, aktivitas investor menjadi sinyal permintaan yang menentukan seberapa agresif dealer partisipan menjaga kuotasi. Produk dengan underlying likuid dan basis investor luas cenderung lebih mudah mempertahankan kedalaman pasar.
Sejumlah ETF yang diperdagangkan di BEI mencakup produk berbasis indeks saham, obligasi negara, hingga komoditas. Pertumbuhan jumlah produk membuat persaingan memperebutkan dana investor semakin ketat, sehingga kualitas likuiditas menjadi pembeda utama antarproduk.
Pesan BEI menyiratkan satu hal: kedalaman pasar ETF tidak bisa dipaksakan dari sisi pasokan saja. Selama arus beli dari investor belum tebal, dealer partisipan pun akan menahan diri menambah kuotasi.