JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan rencana penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer atas saham salah satu anak usahanya, yaitu PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
Corporate Secretary ASII, Gita Tiffani Boer, menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham pada AUTO.
“Perseroan bermaksud untuk membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham, yang mewakili sekitar 4,947% dari modal ditempatkan dan disetor AUTO,” jelas Gita dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (31/8) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harga penawaran saham yang ditetapkan oleh ASII adalah Rp3.600 per lembar, sekitar 6% lebih tinggi dari harga saham AUTO pada penutupan perdagangan pekan lalu di Rp3.400.
Melalui harga penawaran tersebut, ASII menyiapkan dana sekitar Rp858,39 miliar untuk membeli kembali saham AUTO dari pemegang saham lain.
“Perseroan memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan pembayaran penuh atas Penawaran Tender Sukarela tersebut,” jelas Gita dengan menambahkan seluruh dana akan bersumber dari kas internal sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah Budiman, menilai AUTO dari sisi bisnis memang memiliki potensi yang lebih besar dari induk usahanya, yaitu ASII.
“Bukan Astra yang lebih jelek, tapi karena Astra ini memang kalau dilihat mereka mulai mengurangi sektor-sektor yang memang bukan menjadi fokus utamanya mereka,” jelas Fath dalam pemaparan yang disampaikan pada Senin sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebelumnya, ASII memang telah mengumumkan strategi penguatan bisnis ke tiga pilar utama yang masih potensial. Ketiganya mencakup bisnis di sektor keuangan, otomotif, dan pertambangan.
Langkah tersebut sejalan dengan inisiatif Jardine Matheson, induk usaha ASII, dalam meningkatkan Total Shareholder Return (TSR) lebih dari 9% per tahun hingga 2030 nanti. Sementara ASII sendiri menargetkan rata-rata pertumbuhan TSR berada pada kisaran 10-13% untuk lima tahun mendatang.
“AUTO ini erat banget korelasinya sama automotifnya mereka. Jadi ini kenapa kalau dilihat, sangat mungkin sekali valuasinya AUTO secara Price/Earnings (P/E) atau PBV bisa saja lebih besar daripada Astra,” imbuh Fath sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dengan harga saham AUTO di Rp3.400 per lembar, P/E yang disetahunkan untuk emiten produsen komponen otomotif ini berada di level 7,59 kali. Posisi ini lebih rendah dari P/E rata-rata industri komponen otomotif yang berada di kisaran 8,99 kali, serta rata-rata sektor consumer cyclical di 9,53 kali.