FINANSIALINSIGHT.COM — Kinerja emiten farmasi pelat merah ini membaik signifikan. Penjualan bersih PEHA tumbuh 5,37 persen secara tahunan menjadi Rp482,85 miliar, dari sebelumnya Rp458,22 miliar.
Kunci utamanya ada di rasio beban pokok penjualan yang berhasil ditekan dari 52 persen menjadi 49 persen. Alhasil, margin laba kotor naik dari 48 persen ke 50,4 persen.
Manajemen tidak berhenti di situ. PEHA tengah menyiapkan serbuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk terapi dental yang ditargetkan masuk pasar pada kuartal IV 2026.
Pasar ekspor juga terus digenjot. Sepanjang 2026, perseroan membidik pengiriman ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja dengan target penjualan Rp5 miliar. Sejak 2014, produk PEHA sudah menembus enam negara, termasuk Nigeria dan Papua Nugini.
Astra Siapkan Tender Sukarela untuk AUTO
ASII bergerak menambah kepemilikan di AUTO lewat skema Penawaran Tender Sukarela yang diumumkan pada 31 Agustus 2026. Rencananya, Astra membeli maksimal 238,44 juta saham atau sekitar 4,94 persen dari modal ditempatkan dan disetor.
Harga yang ditawarkan Rp3.600 per saham. Dengan begitu, nilai transaksi maksimal mencapai Rp858,39 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas internal.
Saat ini ASII memegang 80 persen saham AUTO. Jika tender terserap penuh, porsi kepemilikan naik menjadi 84,94 persen, menyisakan 15,05 persen untuk publik. Aksi korporasi ini mengacu pada POJK 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela.
Jantra Grupo Ekspansi di Surabaya
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) membuka cabang kedua di Surabaya Barat pada 29 Agustus 2026. Ekspansi ini menyusul cabang Surabaya Timur yang sudah mencapai kapasitas maksimal.
Belanja modal yang disiapkan Rp5,8 miliar dengan skema sewa lahan 12 tahun. Perseroan menargetkan payback period sekitar 28 bulan.
Dua cabang di Surabaya diproyeksikan menyumbang hingga 10,50 persen terhadap pendapatan konsolidasi pada akhir tahun. KAQI juga menjajaki bisnis B2B dengan salah satu bank pembangunan daerah di Jawa Timur untuk pengelolaan armada operasional.
IHSG Menguat Tipis, Asing Masih Jual
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,11 persen ke 6.525,48. Saham BBRI naik 1,88 persen, ADRO menguat 6,37 persen, dan EMAS bertambah 3,23 persen. Sementara itu, BYAN turun 3,43 persen dan AMMN melemah 1,81 persen.
Investor asing masih mencatatkan penjualan bersih. Di pasar reguler, net sell mencapai Rp710,56 miliar, sedangkan di seluruh pasar Rp434,25 miliar.
Tekanan jual asing pasca-rebalancing MSCI Agustus 2026 juga terlihat di CPIN yang mencatat net sell Rp681,76 miliar di pasar reguler. Indeks MSCI Indonesia turun 3,74 persen. Di pasar global, Dow Jones melemah 0,70 persen ke 53.185, S&P 500 turun 0,33 persen ke 7.686, dan Nasdaq terkoreksi 0,12 persen ke 26.370.
Rekomendasi saham hari ini mencakup ESSA (buy 640-650), IATA (buy 123-126), ELSA (buy 710-720), JSMR (buy 2930-2960), dan COCO (buy 104-106). Segala analisis bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham.