IHSG Ditutup Naik 0,11 Persen, Saham AKRA dan ADRO Jadi Top Gainers

IHSG Ditutup Naik 0,11 Persen, Saham AKRA dan ADRO Jadi Top Gainers
Ilustrasi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Senin (31/8/2026) sekaligus menutup perdagangan bulan Agustus di zona hijau.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,11% atau 7,357 poin ke level 6.525,478. Sebanyak 392 saham menguat, 233 saham melemah, dan 166 saham stagnan.

Total volume perdagangan tercatat mencapai 49,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,7 triliun.

Penguatan IHSG didorong oleh delapan sektor, dengan tiga kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor industri yang menguat 1,46%, energi naik 1,12%, dan keuangan bertambah 0,67%.

Beberapa saham di indeks LQ45 turut menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Tiga saham yang menjadi top gainers di LQ45 yaitu PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 6,59% ke Rp 1.455, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 6,37% ke Rp 2.840, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,87% ke Rp 10.825.

Adapun tiga saham yang berada di posisi top losers LQ45 adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 6,35% ke Rp 1.400, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melemah 5,15% ke Rp 2.210, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 4,40% ke Rp 7.600.

Pada pasar regional, indeks saham negara berkembang Asia MSCI sempat terkoreksi hingga 1,6% pada perdagangan Senin.

Kendati demikian, indeks tersebut masih berpeluang mencatat kenaikan lebih dari 3% sepanjang Agustus, menjadi kinerja bulanan terbaik sejak Mei.

Indeks KOSPI Korea Selatan juga sempat anjlok hingga 3,6% sebelum akhirnya berbalik menguat sekitar 0,5%. Sementara itu, saham Taiwan melemah 0,4%, tetapi masih membukukan kenaikan sekitar 7% selama Agustus.

Pergerakan pasar saham regional ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh.

Selanjutnya, fokus investor akan tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS). Laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat mendatang menjadi indikator krusial untuk memproyeksikan arah kebijakan The Fed.

Investor juga bakal mencermati data inflasi AS yang dijadwalkan keluar pada 11 September. Kedua data tersebut dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai peluang pengetatan kebijakan moneter The Fed pada September.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index