Saham SpaceX Turun 2,7 Persen Usai Periode Lock-Up Kedua Berlaku

Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:31:29 WIB
Ilustrasi saham spacex (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham Space Exploration Technologies Corp merosot 2,7% pada sesi perdagangan pre-market hari ini seiring dimulainya masa lock-up kedua pasca-IPO perusahaan secara resmi. Kondisi ini membuat sebanyak 319 juta saham terbatas berpotensi untuk diperjualbelikan, sebuah fenomena lonjakan pasokan yang sebelumnya telah diprediksi selama beberapa pekan dan kini menciptakan tekanan jual secara langsung di pasar. Momen pembukaan lock-up tersebut merupakan tahapan berbasis waktu pada hari ke-70 dari keseluruhan skema lock-up bertahap SpaceX, menyusul fase pelepasan awal sekitar 911,5 juta saham pada 06/08 lalu yang secara mengejutkan berhasil diserap pasar dengan sangat kuat.

Makin memperberat pergerakan harga saham, DZ Bank mulai membuka cakupan analisis terhadap SPCX hari ini dengan menetapkan rekomendasi 'Jual' serta target harga wajar sebesar $100. Analis Markus Leistner memberikan peringatan mengenai potensi "risiko crash dalam orbit valuasi" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Ia turut menegaskan bahwa kebutuhan modal yang amat masif guna mewujudkan target-target bisnis masa depan perusahaan menjadikan tingkat valuasi saat ini sudah tidak realistis.

Langkah inisiasi bernada sentimen negatif tersebut hadir pada momentum yang cukup krusial, di mana saham perusahaan sedang beradaptasi dengan kondisi dinamika pasokan imbas aksi akuisisi platform coding AI Cursor senilai $60 miliar sepenuhnya menggunakan saham, yang mana menerbitkan sekitar 389 juta saham Kelas A baru pasca penutupan transaksi pada 14/08. Selain itu, laporan pada Rabu malam mengindikasikan bahwa SpaceX sempat menjajaki komunikasi dengan startup AI Cognition AI — yang bernilai $26 miliar pada putaran pendanaan terakhirnya — untuk peluang akuisisi, walaupun diskusi tersebut kini telah dihentikan. Kejadian ini kian memicu kekhawatiran para investor terkait besarnya minat M&A perusahaan yang berisiko memicu dilusi seiring langkah ekspansi agresifnya ke industri AI.

Sentimen pasar secara umum juga tidak memberikan banyak dorongan positif, terlihat dari indeks S&P 500 yang melemah 0,5%, Dow Jones terperosok 0,7%, dan Nasdaq terkoreksi 0,8% di sesi pre-market. Hal ini mencerminkan dominasi kondisi risk-off yang berdampak langsung secara signifikan terhadap saham berkarakteristik beta tinggi dan bervaluasi tinggi seperti SPCX, yang mencatatkan nilai beta 6,49. Adapun fluktuasi pergerakan harga saham dalam rentang 52 minggu terakhir antara $104,83 hingga $225,64 memperjelas betapa tingginya tingkat volatilitas pasca-IPO sejak resmi melantai di Nasdaq pada 12/06 di harga $135 per saham.

Kombinasi bersamaan antara pelepasan saham terbatas dalam porsi besar, pemangkasan peringkat dari pihak analis, ketidakpastian seputar aksi akuisisi yang berdampak pada dilusi, hingga kondisi makroekonomi yang lesu secara kolektif menekan pergerakan SPCX di zona merah pada sesi pre-market. Saham perusahaan kini ditransaksikan di level $135,86 — kian mendekati angka awal penawaran umumnya — sementara para pelaku pasar tengah mengalkulasi ulang rasio risiko dan potensi keuntungan pada tingkat harga tersebut.

Tags

Terkini