Harga Saham KOSPI Korsel Anjlok Hampir 11 Persen Dibanding IHSG

Selasa, 28 Juli 2026 | 22:15:18 WIB
Ilustrasi saham korea (foto : NET)

JAKARTA – Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) mengalami penurunan tajam melebihi 10% pada perdagangan Selasa (28/7) pukul 14.06 WIB.

Koreksi saham KOSPI tercatat jauh lebih dalam bila dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang pada saat bersamaan cuma melemah sekitar 0,4%.

KOSPI bertengger pada level 6.023,66, turun 732,09 poin atau 10,84 persen. Sementara itu, IHSG berada di level 6.161,11 dengan penurunan 24,67 poin atau 0,40%.

Aksi pelepasan saham secara masif di pasar Korea Selatan dipicu oleh kejatuhan saham-saham semikonduktor, terutama Samsung Electronics dan SK Hynix yang masing-masing merosot lebih dari 13%.

Tekanan tersebut memaksa Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) di pasar KOSPI dan KOSDAQ selama 20 menit setelah harga kontrak berjangka anjlok tajam.

Sebelumnya, pihak bursa juga sempat menghentikan perdagangan program (program trading) demi meredam gejolak volatilitas.

Analis menilai pelemahan bursa didorong kombinasi sentimen negatif global terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), aksi deleveraging investor, hingga meningkatnya kekhawatiran atas persaingan industri semikonduktor dari China.

Chief Investment Officer Eugene Asset Management, Ha Seok Keun, mengutarakan bahwa sentimen terhadap saham semikonduktor Korea saat ini berada dalam kondisi sangat lemah.

"Risk-off secara luas, aksi deleveraging, pelebaran credit default swap (CDS) perusahaan hyperscaler, dan memburuknya sentimen investor ritel semakin memperbesar tekanan jual," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

KOSPI kini telah terkoreksi lebih dari 30 persen dari puncaknya sekitar satu bulan lalu, setelah sebelumnya sempat menjadi indeks saham dengan kinerja terbaik di dunia lewat kenaikan lebih dari 100% sepanjang tahun.

Volatilitas pasar juga mengalami lonjakan tajam. Nilai transaksi di KOSPI pada perdagangan siang hari tercatat lebih dari 30% di bawah rata-rata 30 hari terakhir.

Aksi jual turut dipimpin investor asing yang membukukan penjualan bersih sekitar 4,5 triliun won atau sekitar USD 3 miliar di pasar saham Korea Selatan. Di sisi lain, investor ritel justru memanfaatkan penurunan harga tersebut untuk melakukan pembelian.

Terkini