BEI Ubah Konstituen LQ45 IDX30 dan IDX80 Saham DEWA hingga NCKL Naik

BEI Ubah Konstituen LQ45 IDX30 dan IDX80 Saham DEWA hingga NCKL Naik
Ilustrasi indeks saham (foto : NET)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak susunan konstituen sejumlah indeks saham utama, seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.

Dari jajaran saham LQ45, BEI memasukkan dua saham baru, yaitu PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Keduanya masuk menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

Sementara pada indeks IDX30, BEI memasukkan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) ke dalam konstituen indeks, menggantikan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA).

Adapun pada IDX80, BEI menambahkan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Ketiganya menggantikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) yang keluar dari indeks.

Sejalan dengan pengumuman tersebut pada Senin (27/7/2026), para pemodal tampak telah mengambil posisi pada sejumlah saham terkait. Melansir data Stockbit pukul 09.33 WIB, beberapa saham yang masuk ke dalam indeks utama tersebut bergerak menguat pada perdagangan pagi hari.

Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) misalnya, mengalami kenaikan 5,13% ke Rp820, diikuti PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang naik 1,81% ke Rp450, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) yang naik 1,10% ke Rp1.380.

Hal serupa terjadi pada PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang secara khusus masuk ke dua indeks utama. Harga saham NCKL per pukul 09.33 WIB hari ini, naik 1,19% ke Rp850. Hanya saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang mengalami penurunan 1,52% ke Rp2.590.

Meskipun demikian, evaluasi mayor terhadap 3 indeks utama ini bakal mulai berlaku efektif pada 3 Agustus—30 Oktober 2026.

Adapun selain melakukan perombakan konstituen, BEI juga menyesuaikan jumlah saham yang dipakai dalam perhitungan indeks serta bobot tiap-tiap emiten sesuai hasil evaluasi berkala.

Evaluasi mayor terhadap indeks dilaksanakan secara rutin guna memastikan konstituen tetap mencerminkan saham-saham dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta memenuhi ketentuan free float yang berlaku.

Komposisi baru tersebut bakal menjadi acuan bagi para pelaku pasar, termasuk manajer investasi yang mengelola produk reksa dana indeks maupun exchange traded fund (ETF).

Hanya saja, secara kinerja, ketiga indeks tersebut masih mencatatkan penurunan sejak awal tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index