JAKARTA – Lembaga pemeringkat ternama, S&P Global Ratings turut memberikan tanggapan terkait kabar mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Sovereign Analyst di S&P Global Ratings, Rain Yin menyampaikan kepada media Bloomberg bahwa ia menilai pengunduran diri Perry Warjiyo tidak berdampak langsung pada sovereign rating Indonesia, meski hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terkait prospek kebijakan negara.
Yin menyebut bahwa pengumuman pengunduran diri Perry muncul saat kepercayaan pasar terhadap aset Indonesia melemah, sehingga berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan biaya utang pemerintah dalam jangka pendek sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan penuturan Yin, kabar pengunduran diri Perry Warjiyo juga berisiko menimbulkan ketidakpastian yang lebih besar mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan respons kebijakan pemerintah terhadap kondisi ekonomi yang berkembang sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menjelaskan bahwa keputusan S&P untuk mempertahankan rating dan outlook sovereign credit Indonesia beberapa pekan lalu mencerminkan harapan bahwa tekanan fiskal dan neraca eksternal akan mereda dalam beberapa bulan mendatang. Namun, Yin memberikan catatan bahwa risiko penurunan rating dapat meningkat jika penurunan metrik fiskal atau eksternal Indonesia yang terjadi sementara ini terus berlanjut atau bersifat struktural.
Di sisi lain, Moody’s Ratings memperkirakan Indonesia berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih tinggi setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.
Vice President Ratings Moody’s, Martin Petch mengutarakan kepada Bloomberg bahwa dampak jangka panjang terhadap peringkat kredit Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Sebelumnya, Perry Warjiyo secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Senin (27/7/2026), meskipun masa jabatannya seharusnya baru berakhir pada Mei 2028.
Untuk saat ini, posisi kepemimpinan tertinggi di Bank Indonesia dipegang sementara oleh Destry Damayanti yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.