Lo Kheng Hong Tambah Saham GJTL Saat Harganya Masih Dibawah Nilai Buku

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:45:20 WIB
Ilustrasi saham gajah tunggal (foto : NET)

JAKARTA – Investor senior Lo Kheng Hong kembali melaporkan porsi kepemilikan saham terbarunya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

Melalui laporan keterbukaan informasi emiten GJTL pada 27 Juli 2026, Lo Kheng Hong menambah kepemilikan sebanyak 5.180.000 lembar saham pada 21 Juli 2026. Pembelian dilakukan di harga Rp 1.140 per saham dengan nilai total mencapai Rp 5,9 miliar.

“Tujuan transaksi, menambah investasi,” sebut Lo Kheng Hong dalam laporan itu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pascatransaksi tersebut, kepemilikan Lo Kheng Hong meningkat menjadi 245.100.900 saham (7,03%) dari sebelumnya 239.920.900 saham (6,88%).

Sementara itu, harga saham Gajah Tunggal melonjak 8,07% ke posisi Rp 1.205 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Perdagangan saham ini mencatatkan volume 34,08 juta saham, frekuensi 5.027 kali, serta nilai transaksi Rp 40,70 miliar.

Kendati mengalami kenaikan, valuasi saham GJTL dinilai masih terjangkau dengan rasio price to book value (PBV) 0,38 kali. Berdasarkan aplikasi Stockbit, nilai buku per saham GJTL berada pada kisaran Rp 3.150, sehingga harganya di pasar tergolong 'salah harga'.

Di sisi lain, price earning ratio (PER) Gajah Tunggal tercatat sebesar 2,64 kali (annualized).

Emiten yang masuk portofolio Lo Kheng Hong ini juga telah merilis laporan keuangan untuk periode semester I-2026.

Produsen ban tersebut membukukan penjualan bersih sebesar Rp 8,99 triliun pada enam bulan pertama tahun ini, naik 5,5% dibandingkan Rp 8,52 triliun pada semester I-2025.

Beban pokok penjualan tercatat naik tipis 2,3% menjadi Rp 7,09 triliun dari posisi sebelumnya Rp 6,93 triliun.

Kondisi ini mendorong laba kotor Gajah Tunggal tumbuh 20% menjadi Rp 1,90 triliun dibanding Rp 1,58 triliun pada periode sama tahun lalu.

Untuk laba sebelum pajak, perseroan mengantongi Rp 1,01 triliun atau melesat 73% dari Rp 584,31 miliar.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 76% menjadi Rp 796,36 miliar dari sebelumnya Rp 450,50 miliar.

Laba per saham per 30 Juni 2026 naik menjadi Rp 229, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 129.

Per akhir Juni 2026, total aset Gajah Tunggal tercatat Rp 23,59 triliun dengan kas dan setara kas Rp 859 miliar, sedangkan total liabilitas sebesar Rp 12,58 triliun.

Terkini