Saham PT Bakrie & Brothers Tbk Melonjak 10,59 Persen

Senin, 20 Juli 2026 | 23:48:17 WIB
Ilustrasi saham (Sumber : NET)

JAKARTA – Saham emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tiba-tiba melesat pada perdagangan Senin (20/7/2026).

Sekitar pukul 14.22 WIB, saham berkode BNBR menguat 10,59 persen ke harga Rp 94 karena diborong oleh pelaku pasar.

Sebanyak 2,44 miliar saham BNBR telah diperdagangkan dengan frekuensi 49.404 kali serta nilai transaksi mencapai Rp 222,5 miliar.

Data aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan, saat penyusunan laporan ini, saham Bakrie & Brothers mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 59,3 miliar.

Saham BNBR melakukan manuver mendadak setelah mayoritas bergerak melemah dalam dua pekan sebelumnya.

Perseroan sedang menjalankan aksi korporasi berupa rights issue atau PMHMETD V.

Perusahaan menawarkan 89.919.839.078 saham biasa seri E dengan nilai nominal Rp 12 per saham, yang dilepas pada harga pelaksanaan Rp 53 per saham sehingga totalnya menjadi Rp 4,76 triliun.

Setiap pemegang 27 saham yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB memiliki 14 HMETD, di mana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan kewajiban membayar penuh saat pemesanan.

Saham yang diterbitkan dalam PMHMETD V ini mewakili 34,15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca aksi korporasi.

Port Fraser International Ltd, pemegang saham utama dengan porsi 22,41 persen, menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD miliknya.

Berdasarkan surat No. 004/PORT/VI/26 tanggal 30 Juni 2026, mereka akan mengalihkan seluruh HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) selaku Pembeli Siaga, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Port Fraser International Ltd ditegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.

Fountain City Investment Ltd selaku pemegang saham utama dengan kepemilikan 22,17 persen juga tidak akan melaksanakan HMETD-nya.

Melalui surat No. 005/FCIL/VI/26 tanggal 30 Juni 2026, Fountain City Investment Ltd akan mengalihkan seluruh HMETD kepada BCI, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Fountain City Investment Ltd juga tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.

BCI, yang akan menerima 40.082.990.845 HMETD dari Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, berencana melaksanakan seluruh hak tersebut.

Berdasarkan surat pernyataan tanggal 26 Juni 2026, BCI akan membayar harga pelaksanaan Rp 53 per saham dengan nilai total Rp 2,12 triliun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BCI telah membuktikan kecukupan dana melalui surat keterangan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan China Citic Bank International Limited.

Masa pelaksanaan HMETD berlangsung pada 14-27 Juli 2026.

Dana hasil rights issue sebesar Rp 4,36 triliun akan digunakan perseroan untuk memberikan pinjaman kepada anak usahanya, BTI.

Sebesar Rp 3,66 triliun digunakan BTI untuk membayar seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. (Hartman) segera setelah dana diterima.

Sebanyak Rp 700 miliar sisanya akan digunakan BTI untuk membayar seluruh pokok pinjaman per 31 Desember 2025 kepada PT Bank Nationalnobu Tbk (Bank Nobu) segera setelah dana diterima.

Terkini