Astra International Setujui Buyback Saham Senilai 8 Triliun Rupiah

Senin, 20 Juli 2026 | 23:48:17 WIB
Ilustrasi buyback saham (Sumber : NET)

JAKARTA – PT Astra International Tbk. (ASII) telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback dengan total nilai mencapai 8 triliun rupiah. Rencana aksi korporasi tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Senin (20/7/2026).

Manajemen ASII dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa perseroan telah sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 17 Juli 2026. Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk mengesahkan dua agenda utama perusahaan.

Agenda pertama yang disetujui adalah pengalihan sebagian saham dari hasil program buyback periode ketiga yang berjalan sejak 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. Pengalihan saham dengan jumlah maksimal 100 juta lembar ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program Management Stock Option Plan (MSOP).

“RUPSLB menyetujui buyback sesuai POJK No. 29/2023, dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp8 triliun,” tulis manajemen ASII, Jumat (17/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Program pembelian kembali saham ini direncanakan berlangsung sejak 20 Juli 2026 sampai dengan 16 Juli 2027.

Tindakan korporasi ini diestimasi mampu mendongkrak laba per saham (EPS) perseroan dari semula 146 rupiah menjadi 149 rupiah per saham. Manajemen Astra menegaskan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melampaui 10% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Perseroan juga memastikan bahwa porsi saham yang beredar di publik (free float) akan tetap terjaga di atas batas minimum sebesar 15%. Pihak ASII meyakini bahwa langkah buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif yang bersifat material terhadap kinerja keuangan maupun operasional bisnis perusahaan.

Selain itu, pendapatan perseroan diproyeksikan tidak akan terganggu akibat pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Namun, posisi aset dan ekuitas perusahaan akan mengalami penurunan sesuai dengan besaran dana yang digunakan untuk buyback.

Apabila seluruh dana 8 triliun rupiah terserap sepenuhnya, total aset Astra diprediksi turun dari 517,8 triliun rupiah menjadi 509,8 triliun rupiah. Sementara itu, ekuitas perseroan diperkirakan berkurang dari posisi awal 293,1 triliun rupiah menjadi 285,1 triliun rupiah.

Terkini