Pengendali & Manajemen Borong Saham LFLO Saat Harga Masih di Bawah Rp 500

Jumat, 17 Juli 2026 | 14:10:37 WIB
layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Pihak pemegang saham pengendali sampai jajaran manajemen PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) serempak menambah porsi kepemilikan saham perusahaan.

Proses pembelian terjadi jauh di bawah harga saham LFLO yang saat ini masih melemah di bawah Rp 500.

Seluruh dana yang dikucurkan ketiga pihak tersebut mencapai sekitar Rp 1,88 miliar guna memborong 15,67 juta saham LFLO di pasar.

Tindakan borong saham tersebut dilaksanakan pada 15 Juli 2026 dengan maksud investasi.

Tindakan pembelian terbanyak dilakukan oleh pemegang saham pengendali LFLO, Ang Phek Tuan.

Ang Phek Tuan membeli sebanyak 6.270.000 saham LFLO dengan harga eksekusi Rp 120 per saham.

Melalui transaksi itu, Ang Phek Tuan mengucurkan dana sekitar Rp 752,4 juta.

Porsi kepemilikan sahamnya pun meningkat dari 432.221.280 saham atau setara 33,05% menjadi 438.491.280 saham atau 33,53% dari jumlah saham yang beredar.

Selain pemegang saham pengendali, anggota Dewan Komisaris LFLO, Purnamawati Gumulya, pun tercatat menambah porsi kepemilikan saham perusahaan

Purnamawati membeli sebanyak 4.703.000 saham LFLO dengan harga Rp 120 per saham atau senilai sekitar Rp 564,36 juta.

Melalui transaksi itu, kepemilikannya naik dari 324.166.460 saham atau 24,79% menjadi 328.869.460 saham atau 25,15%.

Tindakan serupa dijalankan oleh anggota Direksi LFLO, Erlangga Ksatria.

Erlangga membeli 4.703.000 saham LFLO pada harga Rp 120 per saham dengan nominal transaksi sekitar Rp 564,36 juta.

Setelah transaksi, kepemilikan Erlangga meningkat dari 324.166.460 saham atau 24,79% menjadi 328.869.460 saham atau setara 25,15% dari total saham beredar.

Jika dijumlahkan, ketiga pihak tersebut membeli sebanyak 15.676.000 saham LFLO dengan total nilai transaksi sekitar Rp 1,88 miliar.

Di tengah aksi borong saham oleh pengendali dan manajemen, pergerakan harga saham LFLO masih berada di dalam tren pelemahan sejak awal tahun.

Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), saham LFLO ditutup melemah 0,41% atau turun 2 poin ke level Rp 488 per saham.

Walaupun begitu, di dalam satu bulan terakhir harga saham LFLO masih sanggup menguat 1,24% atau naik 6 poin.

Namun secara year to date (ytd), saham LFLO masih terkoreksi cukup dalam.

Sejak awal 2026 sampai perdagangan kemarin, harga saham LFLO sudah turun 177 poin atau sekitar 26,62%.

LFLO adalah emiten yang menjalankan bisnis di perdagangan furnitur dengan target ekspor.

Perusahaan telah terdaftar di BEI sejak tahun 2021.

Aksi pembelian saham yang dijalankan oleh pemegang saham pengendali, komisaris, dan direksi sering kali menjadi salah satu sinyal positif yang dicermati investor.

Pasalnya, langkah tersebut dapat menggambarkan keyakinan internal perusahaan terhadap prospek bisnis dan valuasi saham perseroan ke depan.

Walaupun demikian, investor tetap perlu memperhatikan kinerja fundamental dan prospek bisnis LFLO sebelum mengambil keputusan investasi.

Terkini