IHSG Diprediksi Menguat, Simak Saham Pilihan Analis Hari Ini

IHSG Diprediksi Menguat, Simak Saham Pilihan Analis Hari Ini
Ilustrasi saham, pasar saham. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus menguat terbatas dalam kegiatan perdagangan hari Jumat (17/7/2026), sesudah indeks menetap di area positif atau meningkat 1,10 persen saat penutupan perdagangan Kamis minggu ini.

Pakar teknikal dari Sumbernya, Herditya Wicaksana, memprediksi level support IHSG berada pada kisaran 6.086.

Sementara itu, resistance berada pada angka 6.121.

Indeks sendiri masih terpengaruh oleh sentimen kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) serta dinamika harga komoditas global.

Di samping itu, nilai tukar rupiah terapresiasi 82 poin sebesar 0,45 persen ke level Rp 17.986 per dollar AS, ketika penutupan perdagangan di pasar spot Kamis kemarin.

“Untuk Jumat kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.086 dan resist 6.121. Dimana sentimen nilai tukar dan harga komoditas dunia,” ujar Herditya saat dihubungi dari Sumbernya, Kamis malam.

Herditya menyarankan sejumlah saham yang bisa diamati investor ritel untuk perdagangan Jumat, di antaranya:

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga pada rentang Rp 5.400-Rp 5.700.

PT Indosat Tbk (ISAT) dengan target harga pada kisaran Rp 1.960-Rp 2.120, serta PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dengan proyeksi kenaikan harga pada kisaran Rp 356-Rp 378.

Sementara itu, Pakar Teknikal dari Sumbernya, Reza Diofanda menuturkan, penguatan IHSG didorong oleh saham-saham dengan kapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Lebih lanjut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta PT Astra International Tbk (ASII) juga menjadi pendukung utama kenaikan indeks.

Dari domestik, sentimen positif hadir dari data Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal II-2026 yang tumbuh 27,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 257,7 triliun.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi dan memperlihatkan masih tingginya minat investasi asing langsung di tanah air.

“Hal ini menunjukkan minat investasi asing langsung masih kuat di tengah ketidakpastian global,” ucap Reza.

Dari pasar internasional, investor memberikan respons positif terhadap data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang menurun 0,3 persen secara bulanan (month on month/MoM) dan melambat menjadi 5,5 persen secara tahunan.

Situasi ini menandakan tekanan inflasi pada level produsen mulai berkurang.

“Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi harga energi,” pungkas dari Sumbernya.

Untuk perdagangan Jumat, Reza merekomendasikan pembelian pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Target harga untuk jangka pendek tiap-tiap saham berada pada kisaran Rp 3.140-Rp 3.230 per saham untuk ANTM, Rp 1.340-Rp 1.400 per saham untuk ARTO, serta Rp 1.135-Rp 1.185 per saham untuk ARCI.

Disclaimer: Tulisan ini tidak ditujukan untuk mengajak melakukan pembelian atau penjualan saham.

Semua rekomendasi berasal dari analis sekuritas.

Keputusan investasi merupakan tanggung jawab investor.

Pastikan menjalankan analisis mandiri sebelum menetapkan pilihan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index