Beli 1 Juta Saham SIDO, Irwan Hidayat Lakukan Investasi Pribadi

Selasa, 07 Juli 2026 | 15:22:22 WIB
Irwan Hidayat membeli 1 juta saham SIDO senilai Rp396 juta untuk investasi pribadi. (Foto: NET)

JAKARTA – Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), Irwan Hidayat, melakukan pembelian sebanyak 1 juta saham SIDO senilai Rp396 juta untuk kepentingan investasi pribadi. Transaksi tersebut dilakukan dalam satu kali eksekusi pada tanggal 29 Mei 2026.

"Tujuan transaksi adalah untuk investasi pribadi dengan kepemilikan secara langsung," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Irwan merinci bahwa pembelian dilakukan pada harga Rp396 per saham.

Aksi korporasi ini meningkatkan kepemilikan saham Irwan menjadi 6,27 juta saham atau setara 0,02 persen hak suara. Sebelumnya, ia tercatat memiliki 5,27 juta saham atau setara 0,01 persen hak suara.

Di lantai bursa, saham SIDO tercatat menguat 0,54 persen atau 2 poin ke level Rp370 per saham pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Sepanjang tahun berjalan 2026, saham SIDO telah mengalami pelemahan sebesar 31,85 persen.

Perseroan tetap optimis menatap prospek pertumbuhan jangka panjang di tengah tantangan geopolitik global. Kekuatan bahan baku alami dalam negeri dipandang sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

SIDO tetap mewaspadai tantangan eksternal seperti kenaikan harga bahan kemasan akibat dinamika geopolitik. Meski begitu, sekitar 90 persen bahan baku berasal dari dalam negeri sehingga fluktuasi dolar AS terhadap rupiah berdampak terbatas.

"Dengan 90% bahan baku berasal dari dalam negeri, dampak fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah relatif terbatas," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Fokus jangka panjang SIDO adalah memperkuat investasi di sektor hulu herbal nasional melalui peningkatan riset tanaman obat.

Perusahaan juga meluncurkan platform edukasi digital HerbalPedia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengobatan herbal. Di sisi ekspansi, SIDO menargetkan pasar Arab Saudi serta memperluas jangkauan ke kawasan ASEAN dan Afrika.

"Kami juga tetap menjaga kualitas produk secara konsisten di seluruh lini bisnis serta mengoptimalkan efisiensi biaya melalui optimalisasi produksi, kemasan, pengelolaan pemasok, iklan promosi, serta rantai pasok," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Hingga 31 Maret 2026, SIDO mencatatkan pendapatan sebesar Rp640,5 miliar, turun sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Irwan menegaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh normalisasi persediaan di tingkat distributor. Kondisi ini dipengaruhi oleh akumulasi stok dari pola penjualan berjenjang serta pembelian distributor dengan harga lama pada akhir 2025.

Terkini