Niramas Utama (JELI) Targetkan Pendapatan Naik 26 Persen Usai IPO

Selasa, 07 Juli 2026 | 14:33:54 WIB
Ilustrasi: Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, memaparkan strategi alokasi dana hasil IPO untuk ekspansi produksi. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI) menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 26 persen pada akhir 2026 setelah mendapatkan dana segar melalui penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan menawarkan sekitar 266 juta saham dengan harga Rp 900 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana sebesar Rp 239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, menjelaskan bahwa dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendukung empat tujuan strategis pertumbuhan perusahaan. Sekitar 56,70 persen akan digunakan sebagai modal bagi anak usaha, PT NPS, untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.

"Peningkatan kapasitas produksi gummy candy dan jelly mendukung permintaan domestik dan ekspor kategori yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi JELI pasca IPO," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sebanyak 10,04 persen dari dana IPO akan dialokasikan untuk belanja modal seperti pembelian mesin, peralatan produksi, serta peningkatan kapasitas gudang dan efisiensi logistik. Sementara itu, 10,90 persen dana digunakan untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek, dan sisanya sebanyak 22,36 persen digunakan untuk modal kerja operasional.

"Tahun ini kami berharap bertumbuh sekitar 26% untuk pendapatan. Untuk bottom line, juga seharusnya lebih tinggi dari tahun lalu. Kami konsisten memperbaiki mutu dan menambah SKU," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sepanjang tahun 2025, laba bersih JELI melonjak 220 persen menjadi Rp 38,4 miliar dari Rp 12,4 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, penjualan tercatat turun 4,49 persen menjadi Rp 753,01 miliar dibandingkan Rp 788,4 miliar pada 2024.

Penurunan penjualan tersebut merupakan hasil dari evaluasi terhadap produk yang dinilai kurang produktif dan memiliki margin rendah. Di sisi lain, EBITDA JELI berhasil meningkat 28,14 persen menjadi Rp 102,3 miliar pada 2025.

Struktur permodalan perseroan juga menunjukkan kondisi yang semakin sehat. Debt to Equity Ratio (DER) turun menjadi 2,79 kali pada 2025 dibandingkan dengan 3,41 kali pada 2023 seiring dengan penguatan posisi keuangan JELI.

Terkini