JAKARTA – PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdana dengan kode JECX di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengelola Jakarta Eye Center (JEC) Hospital & Clinic tersebut menjadi emiten ketiga yang menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2026.
Hingga pukul 10.40 WIB, saham JECX melesat Rp310 atau 24,8 persen ke level Rp1.560, menyentuh batas auto rejection atas (ARA) yang dipatok regulator sebesar 25 persen. Sepanjang masa penawaran umum, saham JECX memperoleh respons positif dari investor, yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC.
Selama penawaran, saham JECX mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling allotment) dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor. Sementara itu, untuk seluruh penjatahan secara total mengalami oversubscription 5,61 kali.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk, mengapresiasi dukungan berbagai pihak atas proses IPO JECX. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat care with experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien serta didukung oleh pengalaman dan keahlian JEC di bidang kesehatan mata.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Dalam IPO ini, JECX menawarkan 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15,00 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran Rp1.250 per saham. Jumlah saham tersebut terdiri dari 325.322.300 saham baru serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang.
Melalui IPO ini, perseroan menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, yang terdiri dari Rp406,6 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,3 miliar dari penjualan saham divestasi. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar JECX pada saat pencatatan saham perdana mencapai Rp4,07 triliun.
Dana yang diperoleh JECX dari hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan. Selain itu, dana tersebut juga akan mendukung pengembangan entitas anak serta memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.