PTBA Lakukan Penataan Anak Usaha, Merger BEI ke Dalam BEST

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:10:59 WIB
Ilustrasi: PT Bukit Asam resmi mergerkan PT Bukit Energi Investama ke dalam PT Bukit Energi Servis Terpadu. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) akan melebur dua anak perusahaannya, yakni PT Bukit Energi Investama (BEI) dan PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST).

Dalam aksi korporasi ini, BEST ditetapkan sebagai entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity.

Keputusan tersebut diambil sejalan dengan instruksi Danantara untuk melakukan penataan atau streamlining terhadap anak perusahaan BUMN.

Langkah ini juga bertujuan agar PTBA dapat lebih berfokus pada lini bisnis utama perusahaan.

“Pelaksanaan kebijakan strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat fokus pada kegiatan usaha inti perusahaan, serta memperbaiki tata kelola, melalui pengurangan duplikasi fungsi dan kegiatan usaha sejenis,” ujar Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Penggabungan usaha ini direalisasikan setelah BEI dan BEST menyepakati merger melalui keputusan sirkuler sebagai pengganti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini, PTBA menguasai 99,6 persen saham BEI, sementara 0,40 persen sisanya dimiliki oleh Yayasan Bukit Asam (YBA).

Sementara itu, saham BEST digenggam oleh PTBA sebesar 99,62 persen dan YBA menguasai 0,38 persen saham.

Proses penggabungan usaha didasarkan pada penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanto, & Rekan dengan batas penilaian per 31 Desember 2025.

Nilai pasar BEI tercatat sebesar Rp389,37 miliar, sedangkan nilai pasar BEST berada pada angka Rp366,49 miliar.

Secara teknis, BEST akan menerbitkan saham baru bagi PTBA dan YBA menggunakan rasio konversi saham sebesar 1:0,3141.

Setelah proses merger tuntas, PTBA akan menguasai 99,24 persen saham di dalam BEST, sementara YBA memegang 0,76 persen saham.

Terkini