Transformasi Bisnis, FUTR Bidik Proyek Energi Terbarukan 350 Megawatt

Transformasi Bisnis, FUTR Bidik Proyek Energi Terbarukan 350 Megawatt
Ilustrasi: PT Futura Energi Global Tbk mempercepat transformasi bisnis ke sektor energi terbarukan dengan pipeline proyek hingga 350 MW. (Gambar: NET)

JAKARTA – PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) mempercepat transformasi bisnis masuk ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) melalui penyiapan beberapa proyek pembangkit listrik serta pengembangan lini bisnis karbon. Emiten ini kini memiliki pipeline proyek EBT dengan kapasitas indikatif hingga mencapai 350 megawatt (MW).

Direktur Utama FUTR, Anggara Suryawan, mengungkapkan bahwa perseroan telah bertransformasi dari sektor industri kreatif dan konsultasi menjadi korporasi yang fokus pada pengembangan energi hijau. Pengerjaan bisnis baru tersebut akan dilakukan melalui anak usaha yang membawahi pembangkit listrik panas bumi, surya, minihidro, perdagangan kredit karbon, hingga jasa efisiensi energi.

"Bisnis baru ini akan dilakukan melalui anak usaha, termasuk layanan efisiensi energi," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Demi mendukung transformasi ini, FUTR memperkokoh kemitraan dengan pihak lokal maupun internasional untuk mengakselerasi transfer teknologi serta mendongkrak efisiensi proyek. "Perseroan secara aktif membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis untuk mempercepat terwujudnya rencana bisnis," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Menurut Anggara, strategi tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong transisi energi demi mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Perusahaan juga menangkap peluang dari penerapan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang memberikan ruang bagi pembangunan pembangkit energi terbarukan.

Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 130 MW di Bali melalui kerja sama dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd. dan PT Hypec International. Selain itu, pemegang saham pengendali FUTR, yaitu PT Aurora Dhana Nusantara, telah menguasai aset pembangkit listrik panas bumi melalui anak perusahaannya, PT Sejahtera Alam Energy (SAE).

Anggara memaparkan bahwa SAE telah memegang perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) berkapasitas 220 MW dengan nilai investasi mencapai US$80 juta. FUTR kini juga berpartisipasi dalam berbagai tender serta penjajakan proyek energi baru terbarukan.

Perusahaan mengincar proyek panas bumi berkapasitas sekitar 100 MW, PLTS sebesar 100 MW, serta pembangkit listrik tenaga minihidro berkisar 150 MW. Melalui seluruh pipeline tersebut, akumulasi kapasitas proyek yang tengah dieksplorasi mencapai kisaran 350 MW.

Manajemen mengestimasi diversifikasi ke sektor energi hijau ini akan menjadi motor pertumbuhan baru bagi perseroan dalam jangka panjang. Langkah ini juga mempertegas posisi FUTR di tengah tren kenaikan kebutuhan investasi pada berbagai proyek energi bersih di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index