Proline (PRDL) Bidik Dana Rp62,75 Miliar dari Penawaran Umum Perdana

Proline (PRDL) Bidik Dana Rp62,75 Miliar dari Penawaran Umum Perdana
Ilustrasi: Proline (PRDL) menetapkan harga IPO Rp120 per saham dengan target dana Rp62,75 miliar. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) mematok harga final IPO senilai Rp120 per lembar saham. Harga ini merupakan batas paling atas dari rentang harga penawaran awal sebesar Rp100 hingga Rp120 per lembar saham.

Anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) ini akan menerbitkan sebanyak 522,9 juta lembar saham atau setara dengan 30 persen dari total saham yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui harga final tersebut, perolehan dana IPO yang ditargetkan mencapai Rp62,75 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

Berdasarkan prospektus, Proline akan mengalokasikan dana senilai Rp35,66 miliar atau 57 persen dari total dana IPO untuk melunasi pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) serta PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN). Selain itu, sebesar 28,92 persen dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal, termasuk pengadaan mesin, peralatan kalibrasi, armada kendaraan, piranti lunak, hingga komponen laboratorium.

Sebesar 8,51 persen sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja, mencakup pengadaan bahan baku, biaya product & development, serta pengeluaran selling & marketing. Perseroan telah menunjuk Sucor Sekuritas (AZ) sebagai penjamin emisi efek tunggal yang bertanggung jawab penuh atas 100 persen penjaminan saham tersebut.

Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 7 Juli 2026. Tahapan penjatahan dan distribusi akan dilakukan pada 7 dan 8 Juli, sehingga pencatatan saham di bursa ditargetkan terlaksana pada 9 Juli 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index