Bidik Kontrak Baru 31 Triliun Rupiah, PTPP Tumbuh 45 Persen

Bidik Kontrak Baru 31 Triliun Rupiah, PTPP Tumbuh 45 Persen
Ilustrasi: PTPP menargetkan kontrak baru senilai Rp31 triliun pada tahun 2022. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) membidik perolehan kontrak baru sebesar 31 triliun rupiah pada tahun 2022. Target tersebut diharapkan berasal dari bermacam-macam sektor.

Sekretaris Perseroan, Yuyus Juarsa, menyampaikan bahwa perseroan merasa optimis bisa meraih keuntungan yang sudah ditargetkan lewat kontrak baru ini.

"Target perolehan kontrak baru PTPP di tahun 2022 sebesar Rp31 triliun tumbuh sekitar 45% dari pencapaian di tahun sebelumnya," ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Estimasi perolehan kontrak ini meliputi sektor infrastruktur gedung senilai 34,56%, jalan & jembatan sebesar 30,95%, serta industri sebesar 11,29%. Selain itu, terdapat sektor minyak & gas sebesar 7,90%, bendungan 5,48%, irigasi 3,87%, pelabuhan 2,10%, power plant 2,07%, dan airport 1,77%.

Perseroan juga akan menitikberatkan pengerjaan pada proyek Pareto milik pemerintah dan BUMN dengan total nilai segmentasi mencapai 92%.

Yuyus menambahkan bahwa perseroan mempunyai peluang kontrak baru melalui investasi di KIT Batang pada tahun 2021 yang telah memberikan beberapa kontrak baru.

“Kontrak yang telah diperoleh yakni proyek pematangan lahan Rp300 miliar, proyek pembangunan jalan kawasan senilai Rp350 miliar, pembangunan IPAL sebesar Rp250 miliar, pembangunan rumah susun pekerja senilai Rp150 miliar, dan pembangunan pabrik milik KCC Glass sebesar Rp900 miliar," imbuhnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Perseroan juga membidik penggarapan proyek konstruksi lanjutan di KIT Batang, yaitu proyek lahan dengan luas 2.650 hektare untuk membangun berbagai infrastruktur serta utilitas.

PTPP turut menjadikan pelaksanaan Presidensi G20 dan rencana pembangunan Ibu Kota Negara sebagai target proyek baru yang hendak dikerjakan.

Di samping itu, PTPP berharap program vaksinasi COVID-19 yang masif dapat menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan dan pembangunan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index