Saham BBRI Menguat 4,28%, Valuasi Murah Jadi Daya Tarik

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48:40 WIB
Ilustrasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (https://cms.disway.id/uploads/64a8b3f4735331f04aeb12896c225658.jpg)

JAKARTA – Aksi borong investor pada sesi pertama perdagangan Selasa (5/5/2026) menjadi bahan bakar utama yang mendorong saham BBRI melesat tajam pagi ini.

Saham BBRI ngacir hingga +4,28% dan parkir di level Rp 3.170 sekitar pukul 09.49 WIB, dengan volume perdagangan mencapai 116 juta saham, frekuensi 17.958 kali, serta nilai transaksi yang terbukukan sebesar Rp 361,9 miliar.

Penguatan saham BBRI tak lepas dari derasnya aliran dana masuk ke saham milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tersebut. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBRI mencatatkan net buy senilai Rp 65,4 miliar pada saat berita ini disusun.

Sebelum lonjakan ini terjadi, saham BBRI sempat ditutup menguat +1,67% ke posisi Rp 3.040 pada perdagangan Senin (4/5/2026). Adapun pada Jumat pekan sebelumnya, saham ini masih berada di zona merah dengan koreksi sebesar -2,61%.

Dari sisi kinerja keuangan, BRI membukukan capaian yang dinilai memuaskan oleh analis. BBRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun pada kuartal I-2026, turun 2% secara quarter on quarter (qoq), namun tumbuh 14% secara year on year (yoy).

"Perolehan itu setara 26% dari estimasi konsensus 2026, sehingga dinilai sesuai ekspektasi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, dalam riset yang dirilis Senin (4/5/2026). Capaian laba ini memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa kinerja BRI tetap berada di jalur yang tepat.

Di sisi teknikal, CGS International Sekuritas sebelumnya memproyeksikan saham BBRI berpotensi naik dengan resistance pertama di 3.053 dan resistance kedua di 3.067, dan kini kedua level tersebut sudah ditembus. BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) turut mencermati area support 2.900–2.850 serta level reversal di atas 3.778 sebagai Break MA200.

Meski menguat signifikan, valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah rata-rata historis. Valuasi price to book value (PBV) BBRI tercatat sebesar 1,4 kali atau minus dua standar deviasi (-2SD) dari rata-rata historis 5 tahun.

"Hal itu mencerminkan kondisi bisnis yang menantang, prospek makro ekonomi yang belum pasti, serta ketidakpastian terkait program pemerintah," sebut Victor, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi valuasi yang tertekan ini justru dibaca sebagai peluang oleh sebagian investor. Pasar sedang memberikan 'diskon' atas saham BBRI akibat tekanan makro, sementara secara fundamental perseroan dinilai tetap kokoh.

Terkini