Cum Dividen PRDA 6,53% Ini Jadwal dan Rinciannya

Senin, 04 Mei 2026 | 11:38:18 WIB
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) (https://foto.kontan.co.id/Sxa1b2TuYqLHn2Vh6vilc_0dENQ=/smart/2025/05/07/1326608290.jpg)

JAKARTA – Cum dividen PRDA 6,53% hari ini menjadi peluang terakhir investor mendapatkan dividen jumbo dengan yield lebih tinggi dari deposito bank umum.

Momentum pembagian dividen saham kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal Mei 2026. Emiten sektor kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menawarkan imbal hasil yang cukup menarik.

Hari ini, Senin 4 Mei 2026 menjadi batas akhir atau cum dividen date bagi saham PRDA. Investor yang ingin memperoleh dividen perlu mencermati jadwal penting ini.

Cum dividen date merupakan periode terakhir suatu saham memiliki hak atas pembagian dividen. Kepemilikan saham hingga tanggal tersebut menjadi syarat utama bagi investor untuk menerima distribusi laba.

Dengan adanya jadwal ini, pelaku pasar biasanya meningkatkan aktivitas transaksi menjelang batas waktu. Hal ini bertujuan untuk mengamankan hak atas dividen yang dibagikan perusahaan.

Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen final PRDA untuk tahun buku 2025. Rangkaian jadwal ini mencakup beberapa tahapan penting hingga pencairan dividen.

Cum Date (Pasar Reguler & Negosiasi): 4 Mei 2026. Ex Date (Pasar Reguler & Negosiasi): 5 Mei 2026.

Recording Date: 6 Mei 2026. Pembayaran Dividen: 22 Mei 2026.

Manajemen PRDA telah mengumumkan pembagian dividen tunai dari hasil kinerja perusahaan sepanjang 2025. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Direktur PRDA, Marina Eka Amalia menyampaikan bahwa pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Nilai dividen yang dibagikan mencapai angka signifikan.

"Pembagian dividen tunai sebesar lebih dari Rp 144 miliar atau Rp 162,7 per saham. Ini yang telah disetujui oleh RUPS di pagi tadi pembagian dividennya," ujarnya dalam Publik Ekspose di Jakarta, Kamis (23/4/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada perdagangan Jumat 1 Mei 2026, harga saham PRDA ditutup di level 2.540. Posisi ini tercatat stagnan dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Dengan harga tersebut, yield dividen saham PRDA mencapai 6,53%. Angka ini setara sekitar tiga kali lipat bunga deposito bank umum yang berada di kisaran 2%-3%.

Kebijakan pembagian dividen PRDA menunjukkan tren peningkatan sejak perusahaan melantai di bursa pada 2016. Rasio pembayaran dividen terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Marina menjelaskan bahwa rasio dividen sempat berada di level 30% dan meningkat menjadi 40%. Selanjutnya, rasio tersebut bertahan di 50% selama tiga tahun berturut-turut.

Pada periode 2021 hingga 2024, rasio dividen meningkat menjadi 60%. Kenaikan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

"Dan kita pun 2026 ini, atas kinerja 2025, pemegang saham menyetujui pembagian dividen di 70%. Jadi tentunya kami memang sangat ingin memberikan nilai amat yang sebaik-baiknya bagi pemegang saham Perseroan," terangnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi kinerja keuangan, PRDA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 1,31% secara tahunan.

Untuk laba bersih, perusahaan membukukan Rp 206,7 miliar dengan net income margin sebesar 91%. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah pelanggan dan volume layanan.

Jumlah pelanggan mencapai 2,79 juta orang atau tumbuh 0,72%. Sementara itu, total volume tes meningkat 4,38% secara tahunan menjadi 20,94 juta tes.

"Untuk U by Prodia, downloader-nya di 2,9 juta bertumbuh sekitar 70% year-on-year. Dan dengan transaksi sebesar peningkatannya lebih dari 37% year-on-year," jelas Liana sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga akhir 2025, PRDA mengoperasikan total 402 outlet. Perusahaan terus memperluas layanan melalui penguatan digital dan jaringan fisik.

Terkini