Studi 341.000 Hard Disk Backblaze Ungkap Model Kapasitas Besar Lebih Jarang Rusak

Studi 341.000 Hard Disk Backblaze Ungkap Model Kapasitas Besar Lebih Jarang Rusak

FINANSIALINSIGHT.COM — Hard disk berkapasitas 20TB ke atas tercatat memiliki tingkat kegagalan tahunan hanya 0,85 persen, jauh di bawah rata-rata seluruh armada Backblaze yang mencapai 1,24 persen. Data ini berasal dari analisis lebih dari 341.000 unit hard disk yang beroperasi pada kuartal pertama 2026. Temuan tersebut menantang asumsi lama bahwa harga murah per unit selalu menjadi patokan utama saat membeli penyimpanan.

Backblaze merilis laporan rutin mengenai kondisi armada hard disk miliknya. Laporan terbaru menyoroti pola yang jarang dibahas: kapasitas penyimpanan yang lebih besar ternyata berkorelasi dengan umur pakai yang lebih panjang.

Perusahaan menganalisis lebih dari 341.000 hard disk produksi sepanjang kuartal pertama 2026. Sebagian besar di antaranya merupakan model berkapasitas 20TB ke atas. Sampel sebesar itu membuat temuan ini sulit diabaikan begitu saja.

Dari 10.220 unit yang dikerahkan Backblaze pada kuartal tersebut, lebih dari 9.400 unit atau sekitar 92 persen berkapasitas di atas 20TB. Angka ini menunjukkan arah strategi perusahaan ke depan.

Tingkat Kegagalan di Bawah Rata-rata Armada

Backblaze menghitung annualized failure rate (AFR) sebagai rasio kegagalan yang memperhitungkan jumlah hari aktif sebuah drive. Metode ini dinilai lebih akurat dibandingkan sekadar membandingkan jumlah unit yang rusak dengan yang selamat.

Model 20TB ke atas mencatat AFR hanya 0,85 persen. Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata seluruh armada yang sebesar 1,24 persen. Backblaze juga melaporkan perbaikan AFR keseluruhan dari 1,42 persen pada kuartal pertama 2025.

Satu model menonjol dalam data tersebut. WDC WUH722222ALE6L4 berkapasitas 22TB kini mencakup lebih dari 45.000 unit di armada Backblaze, dengan AFR hanya 0,38 persen.

Model ini menyumbang lebih dari separuh seluruh armada 20TB ke atas milik Backblaze. Rata-rata usianya 16,1 bulan, dan AFR sepanjang masa pakainya tetap hanya 0,58 persen di lebih dari 22 juta hari operasional drive.

Toshiba dengan kapasitas 24TB mencatat AFR lebih baik lagi, yakni 0,22 persen. Namun pengukurannya hanya mencakup 7.203 unit, jauh lebih kecil dibandingkan sampel WDC.

Faktor Usia yang Perlu Dicatat

Ada satu catatan penting yang perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan terlalu jauh. Model 20TB ke atas dalam laporan ini berusia antara beberapa bulan hingga rata-rata sekitar 16 bulan.

Sebagai perbandingan, sebagian drive berkapasitas lebih kecil di armada Backblaze sudah beroperasi lebih dari lima tahun. Perbedaan usia ini memberi keunggulan tersendiri bagi model-model baru.

Hard disk baru dan drive lama tidak memiliki peluang gagal yang sama, terutama saat beroperasi 24 jam sehari seperti dalam kasus ini. Keunggulan model 20TB ke atas bisa menyusut ketika data yang sama dilihat sepuluh tahun mendatang.

Meski demikian, Backblaze sebelumnya pernah membandingkan drive 20TB ke atas dengan model 14TB hingga 16TB pada titik usia yang setara. Hasilnya, drive berkapasitas lebih besar tetap kompetitif, bahkan cenderung sedikit lebih baik.

Harga per Unit Bukan Patokan Tunggal

Data ini mendorong perlunya meninjau ulang cara memilih hard disk. Harga per unit memang penting, tapi bukan satu-satunya angka yang layak dioptimalkan.

Banyak orang memanfaatkan drive bekas dari konsol atau laptop lama. Drive kecil seperti SATA 120GB pun masih bisa berguna asalkan dirawat dan datanya dicadangkan secara rutin.

Untuk pembelian baru, situasi pasar saat ini memang tidak ideal. Ketika akhirnya membeli, sebagian orang cenderung memilih kapasitas 8TB sebagai kompromi.

Namun melihat harga yang berlaku dan data Backblaze, model berkapasitas besar tampak lebih masuk akal dalam jangka panjang. Pertanyaannya kembali ke kebutuhan masing-masing: apakah kapasitas 20TB ke atas benar-benar diperlukan?

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index