FINANSIALINSIGHT.COM — Harga emas Antam naik Rp25.000 pada Jumat (18/9/2026) menjadi Rp2,45 juta per gram. Kenaikan ini juga mengerek harga buyback atau harga jual kembali emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk tersebut.
Pergerakan harga emas Antam ini sejalan dengan dinamika harga emas global yang masih menjadi acuan utama pasar dalam negeri. Selain harga jual, nilai buyback atau harga yang diterima konsumen saat menjual kembali emas Antam juga ikut terkerek naik.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berdasarkan informasi resmi dari Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram pada Jumat (18/9/2026) dipatok di angka Rp2,45 juta. Angka ini naik Rp25.000 dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada ukuran terkecil. Emas Antam dengan berbagai pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, juga mengalami penyesuaian harga mengikuti pergerakan harga dasar per gramnya.
Sementara itu, harga buyback emas Antam pada hari yang sama ikut mengalami kenaikan. Buyback merupakan harga yang ditetapkan Antam jika pelanggan ingin menjual kembali emas yang telah dibeli.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas Antam tidak lepas dari pengaruh harga emas dunia. Logam mulia ini masih menjadi salah satu aset safe haven yang paling dicari investor ketika ketidakpastian pasar keuangan global meningkat.
Permintaan global terhadap emas juga masih terjaga, baik dari bank sentral berbagai negara maupun investor ritel. Kondisi ini memberikan dukungan bagi harga emas untuk terus bergerak di level tinggi.
Selain faktor eksternal, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga emas Antam di pasar domestik. Pelemahan rupiah biasanya membuat harga emas dalam negeri ikut terdorong naik.
Dampak bagi Konsumen dan Investor
Bagi konsumen yang berencana membeli emas untuk keperluan investasi jangka panjang, kenaikan harga ini tentu menambah nilai modal yang harus disiapkan. Namun, emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman.
Investor yang sudah memiliki emas Antam bisa memanfaatkan momen kenaikan buyback untuk merealisasikan keuntungan. Harga jual kembali yang ikut naik memberikan keleluasaan bagi pemilik emas untuk mengatur strategi portofolionya.
Bagi pelaku usaha perhiasan dan industri terkait, fluktuasi harga emas menjadi perhatian utama karena memengaruhi biaya bahan baku. Kenaikan harga biasanya diikuti penyesuaian harga produk di tingkat ritel.
Pergerakan harga emas Antam ke depan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik dunia. Kedua faktor ini menjadi penentu utama arah harga emas dalam jangka pendek.
Kenaikan Rp25.000 pada Jumat (18/9/2026) menegaskan bahwa emas Antam masih menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk menyimpan nilai aset. Pemantauan harga secara berkala menjadi langkah penting bagi konsumen maupun investor sebelum mengambil keputusan jual beli.