Kiwoom Waspadai Outflow Asing, IHSG Rawan Volatil Bila Fed Kembali Naikkan Bunga

Kiwoom Waspadai Outflow Asing, IHSG Rawan Volatil Bila Fed Kembali Naikkan Bunga

FINANSIALINSIGHT.COM — Kiwoom Sekuritas menilai kenaikan suku bunga The Fed berisiko mempercepat arus keluar dana asing dari pasar modal Indonesia. Tekanan itu diprediksi membesar jika yield US Treasury dan nilai tukar rupiah menembus ambang tertentu.

Ambang Batas yang Perlu Dicermati

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menyebut keputusan The Fed bisa mempercepat keluarnya dana asing. Namun, penentu utama tekanan tetap kombinasi yield US Treasury, indeks dolar AS (DXY), rupiah, yield Surat Berharga Negara, dan kinerja laba emiten domestik.

"Kalau rupiah tembus Rp17.700 per dolar AS, bersamaan dengan SUN10Y di atas 7,30%, tekanan ke Indonesia mulai lebih serius," kata Liza dalam risetnya, Kamis (17/9/2026).

Proyeksi IHSG Tiga Bulan ke Depan

Sepanjang 1—3 bulan mendatang, Liza memprediksi IHSG masih bergerak volatil dengan arus dana asing cenderung mixed-to-negative. Tekanan bisa membesar bila The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan.

Sebaliknya, penurunan data inflasi AS dinilai dapat menurunkan ekspektasi kenaikan bunga di pasar. Kondisi itu berpotensi memperbaiki arus dana asing ke Indonesia.

Level Support IHSG dan Sikap BI

Liza menilai IHSG masih solid selama bertahan di area 6.400—6.370. Jika terjadi breakdown disertai outflow asing, pelemahan indeks berpotensi berlanjut ke level 6.280—6.180.

Untuk Bank Indonesia, base case Kiwoom masih menahan suku bunga di 5,75% dengan hawkish bias. "Kalau rupiah tembus Rp17.700—Rp18.000 disertai outflow yang makin besar, peluang BI naik 25 bps ke 6% akan meningkat," tegasnya.

Domestik Belum Cukup Gantikan Asing

Liza menilai soliditas investor domestik saat ini jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya. Meski begitu, likuiditas domestik belum tentu mampu menahan aksi jual asing di saham berkapitalisasi jumbo.

"Jadi, likuiditas domestik membantu meredam tekanan, tapi belum tentu bisa menggantikan foreign flow secara penuh di indeks heavyweight," ujarnya.

Hingga perdagangan kemarin, pasar saham Indonesia mencatat net sell asing Rp72,72 triliun secara year-to-date. Komposisi investor asing yang bertransaksi di pasar modal kini hanya 35%, sisanya 65% investor domestik.

Pergerakan rupiah dan yield SBN menjadi dua indikator yang layak dipantau dalam beberapa pekan ke depan. Keduanya menentukan seberapa besar tekanan jual asing yang harus diserap pasar domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index