JAKARTA – Saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) kembali menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Saham pengelola Blibli.com tersebut melonjak 24,54% ke posisi Rp406/saham.
Penguatan ini memperpanjang ARA saham BELI setelah sehari sebelumnya naik 24,43% ke posisi Rp326/saham. Lonjakan dalam dua hari perdagangan tersebut membuat harga saham BELI melonjak sekitar 50%.
Nilai transaksi hari ini mencatatkan Rp3,24 miliar dengan volume 8,18 juta saham ditransaksikan. Adapun frekuensi perdagangan yang terjadi sebanyak 1.414 kali.
Reli saham BELI selama dua hari terakhir menempatkan posisinya jauh melampaui level perdagangan pada akhir Agustus. Pada 31 Agustus 2026, saham BELI tercatat masih ditutup di level Rp262 per saham.
Hingga saat ini belum terdapat informasi pasar yang mengindikasikan sentimen penopang kenaikan saham BELI sampai ARA dua hari berturut-turut.
Kendati demikian, saham Blibli.com saat ini sedang masuk dalam pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat tergolong saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Merujuk pada Pengumuman Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi BELI pada 14 Juli 2026, sejumlah pemegang saham secara akumulatif menguasai 93,83% total saham BELI, baik bentuk warkat maupun tanpa warkat.
Pengumuman itu diterbitkan berdasarkan metodologi penentuan HSC dari struktur kepemilikan saham per 30 Juni 2026.
Melalui porsi kepemilikan itu, porsi saham BELI yang beredar di luar kelompok pemegang saham mayoritas 93,83% tersebut hanya tersisa sekitar 6,17% dari total saham Blibli.com.
Pihak BEI bersama KSEI menegaskan bahwa status HSC tersebut tidak secara otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan atau ketentuan pasar modal yang berlaku.