Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini: BFIN, BRPT, dan TPIA

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini: BFIN, BRPT, dan TPIA
Ilustrasi saham (FOTO: NET)

JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas menyarankan tiga saham untuk perdagangan pada Kamis, 30 Juli 2026, yakni BFIN, BRPT, dan TPIA.

Saham BFIN mengalami breakout di atas resistance 830 yang memperkuat tren naik dengan sokongan volume transaksi yang meningkat. Peluang kenaikan berlanjut ke kisaran 863-879 apabila harganya tetap berada di atas batas breakout tersebut.

Secara kinerja internal, BFIN membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,7% secara tahunan menjadi Rp 828,9 miliar pada akhir Juni 2026, walaupun penyaluran pembiayaan cenderung stagnan.

Di sisi lain, BRPT tengah berkonsolidasi di rentang support 1.680-1.730 yang berpotensi menjadi fondasi untuk melanjutkan tren penguatan. Kesempatan untuk rebound ke arah 1.830-1.900 tetap terbuka lebar selama titik support tersebut tidak ditembus.

Mengenai performa bisnis, BRPT menyetujui pembagian dividen tunai akhir senilai US$ 8,5 juta kepada para pemegang saham. Angka tersebut setara dengan 1,7% dari total laba tahun berjalan pada tahun buku 2025 yang mencapai US$ 489,8 juta.

Sementara itu, saham TPIA berpeluang menangguk kenaikan lebih lanjut setelah sanggup bertahan di atas area support 1.980-2.090 serta mendekati resistance 2.285. Apabila berhasil melampaui posisi tersebut, target penguatan berikutnya berada di level resistance 2.370.

Adapun Sembcorp Utilities Pte Ltd berencana mencaplok 20% saham Aster Power, entitas penyedia energi milik perusahaan kongsi antara TPIA dan Glencore, yakni Aster Chemicals and Energi.

Mengenai laju indeks, IHSG ditutup merosot 0,64% menuju posisi 6.091,3 di tengah meningkatnya sikap hati-hati para pelaku pasar menjelang pengumuman FOMC The Fed.

Penurunan indeks dipicu oleh maraknya aksi jual investor asing, tertekannya sektor properti, serta memanasnya kembali ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah yang mengerek harga minyak bumi.

Dari dalam negeri, perhatian pasar turut tertuju pada proses penetapan Gubernur Bank Indonesia definitif menyusul mundurnya Perry Warjiyo.

Perhatian utama pasar bakal tertuju pada pengumuman FOMC The Fed yang diproyeksikan mempertahankan tingkat suku bunga, namun panduan arah kebijakan moneter mendatang menjadi fokus prioritas.

Di samping itu, para investor bakal mencermati dinamika konflik AS-Iran serta rilis laporan keuangan emiten kuartal II-2026 yang diperkirakan menjadi pendorong utama pergerakan saham jangka pendek.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak sideways dengan support 6.050 dan resistance 6.150–6.200,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selama sanggup berada di atas area support, potensi pembalikan arah menguat secara teknikal masih terbuka, walaupun tingkat volatilitas diprediksi tetap tinggi menjelang keputusan FOMC.

Pada sesi penutupan perdagangan kemarin, indeks di bursa saham Wall Street jatuh. Dow Jones Industrial Average merosot 2,19% ke posisi 51.594,1, S&P 500 tergerus 1,52% ke level 7.316,1, dan Nasdaq Composite melorot 1,74% menuju 24.442,9.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index