Saham TPIA Loncat 5.26 Persen dan Masuk Watchlist BRI Danareksa Sekuritas

Saham TPIA Loncat 5.26 Persen dan Masuk Watchlist BRI Danareksa Sekuritas
Prajogo Pangestu (FOTO: NET)

JAKARTA – Saham emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menguat 5,26% dan ditutup di level Rp 2.200 pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli yang dilakukan investor asing.

Sebanyak 653,19 juta saham TPIA diperdagangkan dengan frekuensi 70.574 kali serta mencatatkan nilai transaksi Rp 1,4 triliun. Investor asing juga membukukan net buy pada saham ini mencapai Rp 14,24 miliar.

Lonjakan saham Chandra Asri Pacific terjadi secara tiba-tiba usai bergerak melemah selama empat hari bursa sebelumnya dan hanya sempat sekali stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memasukkan saham emiten Prajogo Pangestu tersebut ke dalam watchlist saham pilihan untuk perdagangan Kamis (30/7/2026).

Menurut analisis broker efek tersebut, TPIA berpotensi melanjutkan penguatannya usai mampu bertahan di atas area support 1.980–2.090 dan kembali mendekati area resistance 2.285. Apabila berhasil menembus area itu, peluang kenaikan target resistance berikutnya berada di level 2.370.

BRIDS mengungkapkan adanya sentimen positif tambahan bagi TPIA, yakni langkah Sembcorp Utilities Pte Ltd yang akan menguasai 20% saham Aster Power, perusahaan penyedia energi milik joint venture TPIA dan Glencore, Aster Chemicals and Energy.

Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 5,34 miliar atau setara Rp 95,5 triliun pada semester I-2026.

Capaian pendapatan tersebut melompat 83,5% bila dibandingkan dengan raihan US$ 2,91 miliar pada enam bulan pertama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar US$ 433,95 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun.

Angka tersebut berbeda dengan periode sama tahun 2025 ketika TPIA mencetak laba sebelum pajak US$ 1,57 miliar berkat ditopang keuntungan dari pembelian dengan diskon yang mencapai US$ 1,77 miliar.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Chandra Asri Pacific mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 283,23 juta atau di kisaran Rp 5 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, total aset yang dimiliki TPIA berada di angka US$ 13,76 miliar dengan jumlah liabilitas sebesar US$ 8,8 miliar.

Pihak manajemen TPIA menjelaskan bahwa PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) meraih pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar, EBITDA sebesar US$ 802,6 juta, dan laba bersih konsolidasian sebesar US$ 371,2 juta (sekitar Rp 6,6 triliun) pada semester pertama 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kinerja ini didukung oleh ketahanan platform terintegrasi Grup TPIA di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, eksekusi operasional yang disiplin, serta keberhasilan integrasi aset-aset strategis. Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalannya melalui peningkatan kepemilikan saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp 6 triliun dengan oversubscription, guna meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memperluas akses investor," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Kinerja ini menegaskan kemampuan berkelanjutan Chandra Asri Group dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index