Net Sell Asing Rp 80,97 Triliun, OJK Beberkan Penyebab Investor Keluar

Net Sell Asing Rp 80,97 Triliun, OJK Beberkan Penyebab Investor Keluar
Ilustrasi Sell Asing (FOTO: NET)

JAKARTA – Arus keluar dana investor asing dari pasar saham Indonesia masih berlanjut sepanjang tahun 2026 ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai aksi jual bersih (net sell) tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan global dibanding fundamental pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, investor asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 1,07 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Dalam sepekan terakhir, akumulasi net sell asing di Bursa Efek Indonesia sudah mencapai Rp 4,29 triliun.

Keluarnya dana asing tersebut melemahkan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ditutup melemah 0,89% atau 55,19 poin ke level 6.130,58 pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan pasar saham domestik sejak minggu lalu. Hingga 29 Juli 2026, nilai net foreign sell di seluruh pasar mencapai angka Rp 80,97 triliun.

Secara rincinya, aksi jual bersih pada pasar reguler menyentuh Rp 94,88 triliun. Di sisi lain, investor asing masih mencetak net foreign buy sebesar Rp 13,91 triliun pada pasar negosiasi dan tunai.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa pergerakan aliran dana asing dipengaruhi bermacam faktor eksternal. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, sampai perubahan preferensi investor terhadap aset di negara berkembang (emerging markets).

"Pergerakan aliran dana asing merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta preferensi investor terhadap aset di emerging markets. Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia," ujar Hasan dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun demikian, OJK mencatat tekanan jual investor asing mulai memperlihatkan tanda-tanda mereda pada beberapa minggu terakhir. Dalam rentang periode 13 Juli sampai 17 Juli 2026, investor asing kembali membukukan pembelian bersih sebesar Rp 0,44 triliun.

Hasan menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kondisi pasar saham domestik kian stabil di tengah ketidakpastian global.

"OJK mencermati bahwa meskipun secara kumulatif sejak awal tahun investor asing masih membukukan net sell di pasar saham domestik, perkembangan pada periode terakhir menunjukkan kondisi pasar yang semakin stabil dengan tekanan jual asing yang mulai mereda. Pada saat yang sama, investor domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Hasan, investor domestik selama ini menjadi penopang utama likuiditas perdagangan saham saat arus modal asing mengalami fluktuasi. Peran investor domestik dinilai kian krusial dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

Guna meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) sedang menyiapkan beberapa langkah reformasi struktural.

Langkah tersebut mencakup penguatan transparansi dan kualitas data kepemilikan saham untuk mendukung penentuan free float, penyempurnaan metodologi asesmen Holding Securities Concentration (HSC), serta penguatan pengawasan aktivitas perdagangan dan risiko konsentrasi kepemilikan melalui analisis berbasis data.

Tidak hanya itu, OJK juga bakal menyempurnakan pelbagai ketentuan di pasar modal guna mendorong likuiditas dan efisiensi transaksi. Regulator juga memperkuat komunikasi dengan investor institusi global maupun penyedia indeks internasional.

Pada sisi lain, peningkatan kualitas emiten turut menjadi fokus utama lewat penguatan tata kelola perusahaan, keterbukaan informasi, serta perlindungan investor.

Hasan optimistis pelbagai inisiatif reformasi tersebut dapat meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor domestik maupun global.

"Inisiatif-inisiatif reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan investability pasar modal Indonesia dan semakin memperkuat kepercayaan investor, sehingga dapat menarik investasi yang semakin berkualitas dan berkelanjutan baik dari investor domestik maupun investor global," ujar Hasan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dengan mulai meredanya tekanan jual investor asing serta berlanjutnya reformasi pasar modal, OJK berharap daya tarik investasi di pasar saham Indonesia terus meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index