Berita Populer Saham BMRI Murah Hingga Rekomendasi Terbaru BBCA

Berita Populer Saham BMRI Murah Hingga Rekomendasi Terbaru BBCA
Ilustrasi Saham BMRI (FOTO: NET)

JAKARTA – Sejumlah kabar mengenai dunia investasi dan keuangan menjadi perhatian utama para investor hingga Rabu (29/7/2026).

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan raihan laba pada semester I-2026 yang melebihi perkiraan. Di pasar modal, BMRI tergolong sebagai saham berkualitas tinggi yang harganya saat ini relatif terjangkau.

Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATMI) Bank Mandiri (BMRI) mengalami peningkatan sebesar 24,4 persen yoy sepanjang semester I-2026.

Pada Rabu, 29 Juli 2026, nilai jual emas perhiasan tercatat stabil di Raja Emas Indonesia serta Hartadinata Abadi, sedangkan di Laku Emas mengalami kenaikan.

Perubahan harga perhiasan emas tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti tingkat permintaan industri global, naik-turunnya kurs mata uang, serta arah kebijakan bank sentral terkait cadangan emas.

Rincian harga emas perhiasan berdasarkan tingkat karatnya dapat dicermati pada daftar tersebut.

PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,7 triliun pada semester I-2026. Perolehan laba tersebut melonjak drastis hingga 804 persen jika dibandingkan dengan Rp 300 miliar pada rentang waktu yang sama di tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan BUMN ini mengantongi laba bersih Rp 364 per saham, meroket dari posisi Rp 40 per saham pada paruh pertama tahun 2025.

Carl Runefelt, seorang pengusaha sekaligus tokoh berpengaruh di media sosial, kembali menarik perhatian masyarakat dunia kripto. Sosok yang akrab disapa "The Moon" ini membagikan keputusan berisikonya melepas dua unit mobil super Ferrari miliknya guna membeli Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar di saat harganya sedang turun drastis (buy the dip).

Nama Runefelt populer di ruang digital berkat deretan konten edukasi aset kripto dan gaya hidup mewahnya.

Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA pada kuartal II-2026 tercatat berjalan sesuai perkiraan. Pasca rilis laporan tersebut, muncul estimasi target harga baru untuk saham BBCA.

BCA (BBCA) meraup laba bersih mencapai Rp 14,9 triliun pada kuartal II-2026, yang cenderung stabil baik secara kuartalan (qoq) maupun tahunan (yoy). Penghematan dari penurunan biaya pencadangan berhasil menutupi pembengkakan pada beban operasional (opex).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index