S dan P 500 Menguat Investor Menanti Laporan Kinerja Perusahaan Teknologi

S dan P 500 Menguat Investor Menanti Laporan Kinerja Perusahaan Teknologi
Ilustrasi wall street (foto : NET)

JAKARTA – Pasar saham Wall Street kembali mengakhiri perdagangan secara bervariasi dengan penguatan pada indeks S&P 500. Kenaikan saham Boeing serta Coca-Cola mampu menahan tekanan dari penurunan saham-saham produsen chip menjelang rilis laporan keuangan kuartalan Apple dan raksasa teknologi lainnya pada pekan ini.

Pada perdagangan Selasa (28/7/2026), indeks S&P 500 menguat 0,21% ke posisi 7.428,78. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melemah 0,22% ke level 24.876,91 dan indeks Dow Jones Industrial Average melesat 1,03% hingga menyentuh 52.747,32.

Kekhawatiran investor mengenai besarnya investasi Alphabet, Microsoft, Amazon, serta raksasa teknologi lain pada pusat data AI membuat pasar global bergerak fluktuatif sepanjang bulan ini. Langkah agresif tersebut dilakukan demi memimpin persaingan teknologi masa depan.

Menjelang pengumuman laporan keuangan pada Rabu (29/7/2026), saham Microsoft tercatat menguat 1,1%. Di sisi lain, saham Amazon melemah 0,2% menjelang rilis kinerjanya pada Kamis (30/7/2026).

Saham Apple mengalami kenaikan hampir 1% menjadi US$ 340,08. Bahkan, saham tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sesi di US$ 342,89, yang mendorong nilai pasar perusahaannya menembus US$ 5 triliun untuk pertama kalinya sebelum rilis laporan keuangan pada Kamis (30/7/2026).

Penurunan saham melanda produsen chip yang sebelumnya memetik keuntungan dari pesatnya belanja AI, hingga menyebabkan indeks PHLX terkoreksi 4,5%. Meskipun telah merosot sekitar 25% dari puncak penutupan tertinggi sepanjang masa pada 22 Juni, indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan 56% sepanjang tahun 2026.

Sektor perawatan kesehatan pada S&P 500 melonjak 2,4%, disusul sektor barang konsumsi pokok yang naik 2% serta sektor material sebesar 1,7%. Adapun sektor teknologi terdorong turun 1,4% akibat melemahnya harga saham produsen chip.

"Apa yang mendorong pergerakan ke saham-saham non-teknologi ini? Sebagian karena nilai," kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"PDB solid, pasar tenaga kerja terus berjalan lancar, dan di banyak tempat, ada bukti bahwa pengeluaran konsumen kembali meningkat," kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham Coca-Cola melonjak 5% seiring langkah perusahaan menaikkan target pendapatan serta laba tahunannya. Saham Boeing turut melesat 4,8% setelah berhasil mencatatkan arus kas bebas positif berkat momentum pemulihan bisnisnya.

Federal Reserve dijadwalkan bakal menetapkan keputusan suku bunga pada hari Rabu. Berdasarkan alat FedWatch CME, para pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 71% bahwa suku bunga acuan tetap ditahan, serta peluang 29% bagi kenaikan sebesar 25 basis poin.

Tingginya suku bunga berpotensi memberi beban tambahan bagi perusahaan AI yang makin bergantung pada pendanaan utang. Saham Corning terperosok 12% akibat proyeksi penjualan kuartal ketiga di bawah estimasi, sedangkan saham IQVIA Holdings melonjak 14% usai mengerek proyeksi laba tahunannya.

Penurunan harga minyak Brent sebesar 4,8% menjadi US$ 84,09 per barel memberikan sentimen positif ke pasar. Hal ini terdorong oleh harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina seiring agenda kunjungan Presiden Israel Benjamin Netanyahu serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy ke Gedung Putih.

Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, konsensus analis memperkirakan total pendapatan S&P 500 pada kuartal kedua bakal melonjak 39% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sebagian besar ditopang oleh kinerja saham-saham yang terhubung dengan teknologi AI

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index