Laba BMRI Semester I 2026 Lampaui Ekspektasi, Sahamnya Masih Murah

Laba BMRI Semester I 2026 Lampaui Ekspektasi, Sahamnya Masih Murah
Ilustrasi saham bmri (foto : NET)

JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan laba semester I-2026 yang melampaui perkiraan. Sementara itu, di lantai bursa, saham BMRI dikategorikan sebagai saham mewah yang harganya tergolong murah.

Bank Mandiri (BMRI) mengantongi kenaikan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (profit after tax and minority interest/PATMI) sebesar 24,4% yoy pada semester I-2026.

“Realisasi tersebut berada di atas ekspektasi kami karena telah mencapai 53,8% dari proyeksi setahun penuh dan 53,1% dari konsensus analis,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya, dikutip pada Rabu (29/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pertumbuhan kinerja emiten berkode saham BMRI ini utamanya ditopang oleh laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) yang meningkat 19,9% yoy. Di sisi lain, beban pencadangan kerugian kredit juga mengalami penurunan sebesar 12,5%.

Penyaluran kredit BMRI tumbuh 18,8% yoy, terdorong oleh segmen korporasi dan komersial. Sementara dana pihak ketiga (DPK) berupa giro, tabungan, dan deposito naik 17,1%.

Selanjutnya, dana murah (current account savings account/CASA) yang terdiri atas giro dan tabungan tumbuh 5,69% yoy. “Namun, kontribusi CASA terhadap total DPK mengalami sedikit penurunan,” jelas Akhmad sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) berada di posisi 4,56%. Meskipun turun 25 basis poin yoy, angka tersebut masih sesuai dengan panduan 2026 sebesar 4,3%-4,5%.

“Kualitas aset tetap kuat. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) membaik menjadi 1,01% dari sebelumnya 1,1%,” ungkap dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun biaya kredit (cost of credit/CoC) tercatat di angka 0,61%. Capaian tersebut masih berada dalam batas panduan 2026 yang sebesar 0,6%-0,8%.

Lalu, pertumbuhan pendapatan non-bunga (non-interest income/non-II), rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR), serta kualitas aset yang terjaga diperkirakan dapat melindungi pertumbuhan laba Bank Mandiri (BMRI) sepanjang 2026.

Di lantai bursa, saham BMRI dinilai masih menyajikan titik masuk yang menarik bagi para investor. Oleh sebab itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI.

Target harga saham BMRI ditetapkan sebesar Rp 5.660. Angka target ini ditentukan melalui metode Gordon Growth Model (GGM), sebuah metode valuasi saham yang memakai proyeksi pertumbuhan dividen jangka panjang.

Target harga saham BMRI sebanding dengan price to book value (P/B) sebesar 1,8 kali berdasarkan proyeksi 2026. Saat ini, saham BMRI diperdagangkan pada P/B sebesar 1,3 kali, yang berada jauh di bawah rata-rata historisnya.

Sementara itu, berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, BMRI termasuk salah satu saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang harganya sedang murah.

Rasio PE saham BMRI saat ini (trailing twelve months/TTM) menyentuh 6,1 kali. Walaupun harganya murah, BMRI tercatat memiliki return on equity (ROE) yang baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index