Laba dan Pendapatan MIDI Melonjak pada Semester I-2026

Laba dan Pendapatan MIDI Melonjak pada Semester I-2026
Ilustrasi alfamidi (sumber foto : NET)

JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) selaku pengelola jaringan minimarket Alfamidi mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang paruh pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan membukukan peningkatan pendapatan neto beserta lonjakan laba bersih yang signifikan.

Pendapatan neto MIDI pada semester I 2026 mencapai Rp 11,24 triliun, meningkat dari Rp 10,37 triliun pada periode serupa tahun 2025. Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 8,45% secara tahunan (year-on-year).

Usai dikurangi beban pokok pendapatan yang naik menjadi Rp8,34 triliun dari Rp 7.73 triliun, laba bruto perusahaan melaju lebih kencang dibanding pendapatan, yaitu 10,1%, dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 2,9 triliun.

Performa operasional MIDI juga menunjukkan penguatan. Meskipun beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp2,17 triliun dari Rp2 triliun, beban umum dan administrasi berhasil ditekan menjadi Rp215 miliar dari Rp220 miliar pada tahun sebelumnya.

Dengan tambahan kontribusi penghasilan lainnya-neto sebesar Rp108 miliar, laba usaha perseroan melambung 22,4% menjadi Rp623 miliar dari sebelumnya Rp509 miliar.

Pendorong utama lonjakan laba sebelum pajak adalah hilangnya beban bagian atas rugi entitas anak pada 2026, yang pada semester I 2025 sempat membebani sebesar Rp46,36 miliar.

Berkat hilangnya beban itu serta kenaikan penghasilan keuangan menjadi Rp12 miliar, laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan melesat 36,6% dari Rp448,82 miliar menjadi Rp613,18 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak final dan beban pajak penghasilan neto, MIDI mengantongi laba periode berjalan sebesar Rp 485,97 miliar, tumbuh 24,4% dari Rp 390,51 miliar pada semester I 2025.

Laba per saham dasar perusahaan turut terkerek menjadi Rp 14,53 dari sebelumnya Rp 11,68 per saham.

Berdasarkan neraca, total aset MIDI mencapai Rp 9,27 triliun per 30 Juni 2026, naik dari Rp 9,12 triliun pada 2025. Sementara itu, total liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing tercatat sebesar Rp 4,64 triliun dan Rp 4,63 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index