Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, DEWA dan BRPT Melejit

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, DEWA dan BRPT Melejit
Ilustrasi saham (Sumber : NET)

JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Juli 2026 diwarnai lonjakan signifikan pada kelompok PER tertinggi. Total nilai transaksi bursa meningkat menjadi Rp17,2 triliun dari sebelumnya Rp16,3 triliun pada sesi perdagangan lalu.

Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) baik dari segi volume sebesar 311,8 juta saham maupun nilai yang mencapai Rp96,7 miliar.

Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menggambarkan perbandingan harga saham terhadap laba bersih per sahamnya. Adapun rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar saham.

Pada perdagangan 20 Juli 2026, tidak ada saham di kelompok PER terendah yang bergerak lebih dari 3%. PT Aneka Tambang (ANTM) menjadi penurun terbesar yakni 2,28%, berbalik arah setelah sebelumnya sempat menjadi salah satu penopang utama kelompok ini.

Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) menguat 2,30% pada 20 Juli 2026. Kenaikan tersebut membawa harganya kembali tepat ke level Rp7.800 seperti sebelum penurunan 2,24% pada perdagangan sebelumnya.

PT Darma Henwa (DEWA) melesat 9,34% pada 20 Juli 2026, yang merupakan lonjakan tertinggi di antara seluruh 20 saham gabungan. PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), PT Bumi Resources (BUMI), dan PT Barito Pacific (BRPT) turut merangkak naik lebih dari 6%, masing-masing sebesar 6,35%, 6,00%, dan 6,19%.

PT Barito Pacific membukukan nilai transaksi terbesar pada kelompok ini mencapai Rp487,4 miliar. Sementara itu, PT Semen Indonesia (SMGR) tetap memegang posisi PBV terendah dari seluruh 20 saham gabungan yaitu 0,23 kali.

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) kembali bergerak stagnan pada harga Rp50 pada 20 Juli 2026, tanpa mengalami perubahan dari perdagangan sebelumnya.

Di sisi lain, PT United Tractors (UNTR) menjadi satu-satunya saham yang melemah di kelompok PER tertinggi pada 20 Juli 2026 dengan penurunan 1,32%. Hal ini melanjutkan tren koreksi dari sesi sebelumnya setelah sempat melonjak tajam pada 13-14 Juli.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index