JAKARTA – PT Bakrie Power, anak usaha dari PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang tergabung dalam Konsorsium Mentari Citra Lestari, resmi terpilih sebagai mitra dalam seleksi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II wilayah Surabaya Raya.
Sekretaris Perusahaan BNBR, Christopfer Alexander Uktolseja, menyampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/7/2026) bahwa penetapan ini masih bersifat bersyarat.
"Status tersebut saat ini masih bersifat bersyarat (conditional)," tulis Christopfer sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menerangkan bahwa pihak konsorsium wajib melengkapi seluruh persyaratan pengadaan sebelum bisa memperoleh Final Letter of Award.
Jika syarat dalam kesepakatan bersyarat tidak terpenuhi, posisi Konsorsium Mentari Citra Lestari dapat digantikan oleh mitra cadangan sesuai ketentuan pengadaan.
Hal itulah yang menjadi alasan BNBR belum mempublikasikan keterbukaan informasi kepada publik pada tahap sebelumnya.
Dalam menggarap proyek ini, Bakrie Power bermitra dengan dua perusahaan strategis, yaitu PT Acritas Karya Persada (Acritas) dan SUS Indonesia Holding Limited (SUS Indonesia).
Acritas dipilih lantaran berpengalaman dalam pembangunan proyek sejenis di area Surabaya.
Sementara itu, SUS Indonesia berperan sebagai penyedia teknologi (technology provider) dengan rekam jejak implementasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di China serta berbagai negara lain.
Christopfer menganggap proyek PSEL ini sebagai peluang diversifikasi bisnis jangka panjang yang sejalan dengan tren transisi energi dan pengembangan ekonomi sirkular.
Di samping itu, proyek ini dinilai cocok dengan kompetensi Bakrie Power yang berpengalaman dalam membangun pembangkit listrik.
Kendati demikian, pihak BNBR belum membeberkan besaran nilai investasi, skema bagi hasil, ataupun target Commercial Operation Date (COD).
Untuk saat ini, konsorsium bersama Danantara akan memulai tahap studi kelayakan (feasibility study) guna mengkaji aspek teknis, komersial, dan keuangan proyek.
Rincian skema kerja sama baru akan dituangkan ke dalam Sponsor Agreement setelah studi kelayakan rampung.
Oleh karena itu, estimasi kontribusi proyek terhadap pendapatan maupun laba bersih Bakrie Power serta grup BNBR belum dapat diumumkan.
Pada pengembangan proyek PSEL Surabaya Raya ini, Bakrie Power akan bertugas dalam pemilihan kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction), membantu penyedia teknologi memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), mendukung operasional dan pemeliharaan, berpartisipasi dalam pendanaan, serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lokal.
BNBR turut menegaskan bahwa sampai sekarang tidak ada informasi atau peristiwa material lain yang memengaruhi kelangsungan bisnis ataupun pergerakan harga saham perseroan.
Terpilihnya Bakrie Power sebagai mitra proyek PSEL disambut positif oleh para investor.
Pada Senin (20/7/2026), harga saham BNBR ditutup melambung 23,52% ke posisi Rp 105 per saham.