JAKARTA – Di tengah harga saham perseroan yang masih tertekan sepanjang tahun berjalan, Direktur PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), Adrian Hartadi, justru menambah kepemilikan sahamnya. Pemilik gelar Master of Geoscience and Engineering dari IFP School, Rueil Malmaison, Prancis ini membeli saham RATU di atas harga pasar saat ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Adrian Hartadi membeli 42.100 saham RATU pada 16 Juli 2026 seharga Rp 5.100 per saham. Nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp 214,71 juta.
Harga pembelian tersebut berada di atas harga penutupan saham RATU pada perdagangan 16 Juli 2026 yang sebesar Rp 5.000 per saham. Pada Senin 20 Juli 2026, harga saham RATU melemah ke Rp 4.970, turun 10 poin atau 0,20% secara harian.
Dalam kurun perdagangan lima hari terakhir, harga saham RATU terakumulasi melemah 8,39% atau menyusut 455 poin. Sementara itu, sejak awal tahun 2026 atau secara year to date, harga saham RATU telah merosot 48,63% atau 4.705 poin.
Adrian menyampaikan bahwa transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi tanpa disertai perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement). Pascatransaksi, kepemilikan saham Adrian Hartadi meningkat dari sebelumnya 3.600 saham atau setara 0,0001% hak suara menjadi 45.700 saham atau sekitar 0,0016% dari total hak suara perseroan.
Meskipun terjadi peningkatan kepemilikan, porsi saham yang dimiliki Adrian masih tergolong kecil sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun komposisi pemegang saham utama perusahaan.
Meski harga saham RATU dalam tren melemah, perusahaan energi ini terus memacu ekspansi pada tahun 2026. Anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tersebut resmi menuntaskan seluruh rangkaian transaksi akuisisi untuk memperoleh hak partisipasi (participating interest) sebesar 20% di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Melalui PT Raharja Energi Madura (REM), RATU mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD), entitas investasi pemegang 20% saham HCML. Seiring selesainya transaksi ini, RATU secara tidak langsung memegang hak partisipasi atas Madura Strait PSC.
Akuisisi saham SMSD menelan dana sebesar US$ 141,21 juta yang meliputi akuisisi saham senilai US$ 62,51 juta, shareholder loan agreement sebesar US$ 59,20 juta, serta klausul contingent payment maksimal US$ 19,50 juta. Penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam strategi ekspansi RATU di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Sesuai struktur transaksi, seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML sejak 1 Januari 2026 menjadi milik REM. Manfaat ekonomi tersebut akan tercermin dalam kinerja RATU pada laporan keuangan konsolidasian kuartal II-2026.