IHSG Awal Pekan Diprediksi Fluktuatif, Simak Rekomendasi Saham

IHSG Awal Pekan Diprediksi Fluktuatif, Simak Rekomendasi Saham
IHSG diprediksi fluktuatif pada pembukaan perdagangan pekan ini dengan potensi menjajal area psikologis 6.000. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bakal berayun fluktuatif pada pembukaan sesi perdagangan minggu ini, Senin (13/7/2026).

Meskipun potensi menjajal area psikologis 6.000 tetap ada, minimnya nominal transaksi mencerminkan pelaku pasar cenderung lebih memilih bersikap waspada.

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG naik 0,20% ke level 5.924,36.

Namun, peningkatan tersebut belum dibarengi lonjakan volume transaksi yang berarti.

Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, memandang IHSG masih dalam periode mencoba area resistance 6.000.

Akan tetapi, nilai transaksi yang hanya menyentuh Rp 7,5 triliun mengindikasikan likuiditas pasar masih kecil.

"Ini mencerminkan pasar yang sedang kekurangan sentimen," ujar William kepada dari Sumbernya, Minggu (12/7).

Menurut William, minimnya transaksi bukanlah pertanda buruk bagi bursa.

Selama desakan jual tidak bertambah, kans IHSG untuk kembali menjajal level 6.000 masih lumayan besar.

Dari Sumbernya memprediksi pergerakan IHSG hari ini berada di rentang 5.888-6.040.

Serupa, Founder Republik Investor Hendra Wardana menduga IHSG masih bakal bergerak sideways dengan tingkat volatilitas yang dipicu kombinasi pengaruh dunia serta dalam negeri.

Dari sisi luar, pelaku pasar masih menanti kelanjutan ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran serta peluncuran informasi inflasi AS yang dianggap bakal menjadi acuan arah kebijakan bunga bank sentral AS, The Fed.

Sementara dari wilayah domestik, Hendra mengamati likuiditas perdagangan yang masih minim menandakan investor belum punya kepercayaan kuat untuk menambah porsi pada aset berisiko.

Dari Sumbernya memprediksi IHSG bergerak di koridor 5.850-6.000 pada perdagangan hari ini.

Menurut Hendra, fundamental ekonomi lokal yang cukup kokoh masih jadi penyangga utama bursa saham.

Tetapi, kenaikan IHSG masih tertahan oleh pelemahan kurs rupiah, aksi lepas saham investor asing, serta kegiatan transaksi yang belum kembali ramai.

Di tengah situasi itu, Hendra menyarankan strategi trading buy pada saham ADRO dengan target harga Rp2.500 per saham, PGEO Rp1.100 per saham, PGAS Rp1.575 per saham, dan TINS Rp3.750 per saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index