Strategi Aman Belanja Saham Saat Valuasi Pasar Sedang Murah

Strategi Aman Belanja Saham Saat Valuasi Pasar Sedang Murah
Pasar saham Indonesia saat ini berada pada valuasi yang relatif murah dengan P/E ratio 8,7 kali. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA — Nilai pasar saham Indonesia dipandang sudah berada di tingkat yang menarik, tetapi belum cukup jadi alasan bagi pemodal untuk kembali masuk secara agresif.

Pemodal dipandang masih menanti kejelasan arah kebijakan ekonomi serta peningkatan kondisi dasar ekonomi dalam negeri sebagai pendorong utama untuk memicu penguatan pasar.

Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja menyatakan bahwa secara nilai, pasar saham Indonesia saat ini berada pada tingkat yang relatif murah.

Hingga akhir Juni 2026, rasio forward price to earnings (P/E) MSCI Indonesia tercatat sebesar 8,7 kali, jauh di bawah rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 13,2 kali.

Menurut dari Sumbernya, nilai yang rendah tersebut memang membuka peluang investasi.

Namun, di sisi lain juga menggambarkan bahwa pelaku pasar masih belum memiliki keyakinan terhadap prospek jangka pendek pasar saham Indonesia.

“Mirip dengan pasar obligasi, kalau dilihat dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia sangat menarik. Namun, valuasi murah juga dapat mencerminkan pandangan pasar yang belum memiliki keyakinan terhadap outlook jangka pendek pasar saham,” ujar Freddy dari Sumbernya dalam ulasan pasar MAMI, dikutip Minggu (12/7/2026).

Freddy menyebut bahwa pasar memerlukan pendorong tambahan agar suasana hati pemodal dapat membaik.

Selain perbaikan dan transformasi pasar modal yang telah dimulai sejak awal tahun, pemodal juga menanti arah kebijakan ekonomi yang jelas, konsisten, serta tidak dipersepsikan bersifat destruktif terhadap dunia usaha.

Di samping itu, tanda-tanda perbaikan ekonomi nyata, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga dan kemampuan beli masyarakat, juga dipandang penting untuk mengembalikan optimisme pasar.

“Kami harapkan serangkaian rekalibrasi kebijakan yang diumumkan pemerintah sejak Juni dapat diterima investor secara positif, dan pembenahan pasar saham yang menjadi perhatian lembaga pembuat indeks internasional dapat berjalan secara konsisten,” katanya dari Sumbernya.

Di tengah situasi tersebut, Freddy menyarankan agar pemodal untuk tetap mengutamakan seleksi aset dan disiplin dalam mengalokasikan portofolio.

Menurut dari Sumbernya, tidak semua aset yang diperdagangkan pada nilai murah layak untuk dikoleksi.

Di pasar saham, pemodal disarankan lebih mengutamakan kualitas fundamental emiten dibandingkan dengan sekadar mempertimbangkan nilai yang rendah.

Selain itu, diperlukan disiplin alokasi dan kesabaran akumulasi agar pemodal dapat membangun posisi secara terukur di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Di luar pasar domestik, Freddy juga melihat tema struktural di kawasan Asia, khususnya yang terkait rantai pasok kecerdasan buatan dan industri semikonduktor, masih menawarkan prospek investasi jangka panjang yang menarik.

“Tentu saja semua pilihan ini harus disesuaikan dengan profil risiko investor, dan pemantauan berkala,” tuturnya dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index