IHSG Berpeluang Menguat ke 6000, Cermati Pilihan Saham BNI Sekuritas

IHSG Berpeluang Menguat ke 6000, Cermati Pilihan Saham BNI Sekuritas
Ilustrasi: IHSG berpotensi menguat menuju level 6000 pada perdagangan hari ini. (Gambar: NET)

JAKARTA – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan bahwa pada perdagangan Kamis (2/7), indeks saham Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah memicu harapan The Fed akan menahan kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, Nasdaq justru melemah akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor. Indeks Dow Jones melonjak 1,14 persen, S&P 500 ditutup hampir stagnan pada level 7.483,24, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,8 persen.

Tekanan pada Nasdaq berasal dari pelemahan saham chip untuk hari kedua berturut-turut, di mana ETF VanEck Semiconductor anjlok 4,5 persen. Penurunan ini dipimpin oleh jatuhnya saham Teradyne sebesar 13,6 persen dan KLA yang merosot 11,5 persen.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 57.000 pada Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 4,3 persen.

Bursa Asia tercatat naik pada perdagangan Jumat pekan lalu (3/7). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,47 persen dan Topix menguat 1,24 persen.

Sejalan dengan itu, Hang Seng Hong Kong menguat 1,28 persen, Taiex Taiwan naik 0,08 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 1,37 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi rebound sebesar 5,76 persen dan Kosdaq menguat 0,19 persen.

Penguatan tersebut terjadi seiring dengan investor yang terus melakukan rotasi dari saham teknologi, mengikuti tren penurunan pada Wall Street. Sektor semikonduktor turun untuk hari kedua berturut-turut, yang memberikan beban pada dua indeks Nasdaq tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat (03/7) ditutup naik 2,28 persen, namun masih disertai dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp16,6 miliar. Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah BBRI, MAPI, TPIA, EMAS, dan ISAT.

“IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5900-5950 dengan target kenaikan di 6000-6150. Diperkirakan Support IHSG: 5780-5850 dan Resist IHSG: 5950-6000,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

BNI Sekuritas menyebutkan beberapa saham yang dapat menjadi pilihan trading idea hari ini, yaitu BMRI, TINS, BUMI, BRMS, BFIN, dan KOTA. Berikut adalah rincian rekomendasi trading-nya:

  • BMRI: Speculative buy di area 3970-4000, cutloss di bawah 3970, dengan target dekat di 4030-4100.
  • TINS: Speculative buy di area 3400-3430, cutloss di bawah 3380, dengan target dekat di 3470-3520.
  • BUMI: Speculative buy di area 137-139, cutloss di bawah 135, dengan target dekat di 141-145.
  • BRMS: Speculative buy di area 490-498, cutloss di bawah 486, dengan target dekat di 505-520.
  • BFIN: Speculative buy di area 740-745, cutloss di bawah 735, dengan target dekat di 755-765.
  • KOTA: Buy if break 89, dengan target dekat di 91-97 dan cutloss di bawah 86.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index