Mitratel Bagi Dividen 5,22 Persen, Cek Daya Tarik Sahamnya

Mitratel Bagi Dividen 5,22 Persen, Cek Daya Tarik Sahamnya
Ilustrasi: Dividend yield Mitratel diperkirakan mencapai 5,06% berdasarkan harga penutupan saham pada 3 Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Pemegang saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) akan menerima dividen tunai dengan total Rp 2,08 triliun. Jumlah tersebut mencerminkan 98% dari perolehan laba bersih tahun buku 2025, dengan nilai Rp 25,6 per saham.

Senior Research Analyst Sinarmas Sekuritas Indonesia, Yosua Zisokhi, menilai dividend yield yang ditawarkan MTEL sangat atraktif. Mengacu pada harga penutupan Jumat (3/7) di level Rp 490 per saham, estimasi dividend yield anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini mencapai 5,06%.

Yosua menyebut tingkat imbal hasil tersebut menjadi daya tarik utama di tengah tekanan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sudah terkoreksi 34,14% sepanjang 2026.

“Yield jelas atraktif karena equity market tercermin dari IHSG saat ini secara year-to-date turun signifikan. Dividen juga menjadi sumber cash flow bagi investor,” katanya dalam paparan, Rabu (1/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Dividen dan imbal hasil yang menarik diprediksi menjadi katalis positif bagi saham MTEL dalam jangka pendek. Meski demikian, fundamental perusahaan tetap menjadi penentu utama pergerakan saham dalam jangka panjang.

Investor dinilai akan lebih fokus pada kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan neraca keuangan. Keputusan membagikan dividen besar diklaim tidak mengurangi kapasitas ekspansi MTEL.

Mitratel memiliki struktur permodalan yang kuat dengan rasio debt-to-equity (DER) sebesar 0,56 kali. Angka tersebut menjadi salah satu yang terendah di industri menara telekomunikasi.

Kemampuan menghasilkan arus kas perusahaan juga dinilai sangat solid. Hingga kuartal I 2026, MTEL mencatatkan recurring free cash flow sebesar Rp 5,7 triliun.

Posisi kas dan setara kas pada akhir kuartal I 2026 mencapai Rp 2,8 triliun, sehingga fleksibilitas finansial tetap terjaga. "Kombinasi dividen yield yang menarik, neraca yang sehat, kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat, serta ruang ekspansi yang masih besar menjadikan MTEL tetap memiliki prospek investasi yang menarik," kata Yosua, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selain pembagian dividen, RUPST MTEL juga menyetujui merger dengan anak usaha, yakni PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) dan PT Persada Sokka Tama (PST). Aksi korporasi tersebut dilakukan guna meningkatkan skala serta portofolio infrastruktur Mitratel.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index