Doo Financial Futures Prediksi Harga Emas Tembus 4.800 Dolar AS

Doo Financial Futures Prediksi Harga Emas Tembus 4.800 Dolar AS
Ilustrasi: PT Doo Financial Futures memproyeksikan harga emas global naik menuju US$ 4.800 pada paruh kedua 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – PT Doo Financial Futures memproyeksikan harga emas global akan kembali mengalami tren kenaikan pada paruh kedua tahun 2026. Setelah menghadapi tekanan di enam bulan pertama tahun 2026, komoditas ini diperkirakan melanjutkan tren penguatan yang didukung oleh berbagai sentimen.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penurunan nilai emas pada paruh pertama 2026 dipicu oleh menguatnya mata uang dolar AS serta aksi ambil untung setelah kenaikan masif dalam beberapa tahun terakhir. Data Trading Economics menunjukkan nilai emas menyusut dari level US$ 4.446 di awal tahun menuju posisi US$ 4.031,4 pada sesi perdagangan kemarin.

”Saya melihat sementara ini terjadi aksi ambil untung besar-besaran karena kenaikannya spektakuler ya. Jadi biarpun dihitung harga sekarang pun masih double dibandingkan dua tahun lalu,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) turut andil dalam menekan harga emas belakangan ini. Para investor dilaporkan mengalihkan likuiditas mereka ke sektor yang sedang menikmati narasi pertumbuhan positif.

Meski begitu, aset emas diprediksi tetap memiliki peluang mencatatkan kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan The Fed yang cenderung ketat serta gejolak geopolitik antara Iran dan AS menjadi instrumen utama di balik proyeksi tersebut.

”Saya melihatnya masih ada kemungkinan besar ke sekitar US$ 4.600—US$ 4.800. Jadi tetap di bawah US$ 5.000 untuk perkembangan saat ini. Kami bisa lihat kalau The Fed juga masih tetap hawkish, ekspektasi suku bunga malah terus naik,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di tengah risiko inflasi global, investor kini semakin selektif dalam membeli emas karena harganya yang telah melambung tinggi dibanding dua tahun lalu. Lukman menilai bank sentral global diproyeksikan tetap konsisten melakukan akumulasi pembelian fisik emas, sehingga angka serapan tetap kokoh.

”Kalau kami mengharapkan kenaikan spektakuler seperti sebelumnya, mungkin tidak akan terjadi. Tapi semuanya bisa terjadi, soalnya permintaan bank sentral masih akan tetap support, tetapi dari sana idealnya harga emas akan naik secara bertahap, tidak seperti dua tahun terakhir,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index