Daftar Enam Saham IPO Pekan Ini: Valuasi, Profitabilitas, dan Kinerja

Daftar Enam Saham IPO Pekan Ini: Valuasi, Profitabilitas, dan Kinerja
Ilustrasi: Enam perusahaan siap melantai di BEI melalui IPO Juli 2026 dengan karakteristik valuasi dan profitabilitas beragam. (Foto: NET)

JAKARTA – Sebanyak enam perusahaan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada Juli 2026. Masing-masing calon emiten memiliki karakteristik unik, mulai dari sisi valuasi, tingkat profitabilitas, hingga struktur permodalan setelah resmi melantai.

PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi calon emiten pertama yang menawarkan saham perdana di harga Rp 900 per saham. Mirae Asset Sekuritas menilai JELI sebagai emiten di sektor defensif, meskipun memiliki valuasi dan tingkat leverage yang relatif tinggi.

“JELI sektor defensif, valuasi dan leverage relatif tinggi,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Pasca-IPO, JELI diproyeksikan memiliki Return on Equity (ROE) sebesar 10,1 persen dengan Debt to Equity Ratio (DER) di angka 1,06 kali.

Calon emiten kedua adalah pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dari sektor IDX Health. Perseroan menawarkan harga saham Rp 1.250 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 4,1 triliun.

Meski menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, valuasi JECX dinilai cukup premium dengan proyeksi ROE 6,1 persen dan PER 55,1 kali. Berikutnya, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menawarkan saham perdana seharga Rp 470 per saham dengan valuasi yang berada pada kategori moderat.

Selanjutnya, perusahaan infrastruktur telekomunikasi PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menawarkan saham dengan harga Rp 442 per saham. Didukung oleh Grup Djarum, BACH disebut memiliki proyeksi ROE tertinggi di antara lima calon emiten lainnya, yakni sebesar 19,3 persen.

Perusahaan kelima adalah PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dari sektor IDX Health yang menawarkan saham di harga Rp 120 per lembar. PRDL tercatat sebagai calon emiten dengan valuasi paling murah di antara jajaran saham IPO lainnya dengan PBV sebesar 1,4 kali.

Terakhir, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menawarkan saham perdana dengan harga Rp 170 per lembar. Perusahaan sektor IDX Cyclicals ini dinilai memiliki tingkat pengenalan merek yang kuat serta mencatatkan DER terendah di angka 0,16 kali di antara enam calon emiten tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index