Dolar AS Menguat, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rentang Rp17.900-Rp17.950

Dolar AS Menguat, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rentang Rp17.900-Rp17.950
Ilustrasi: Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.907 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (30/6). (Foto: NET)

JAKARTA – Kurs rupiah diproyeksikan masih mengalami tekanan dalam sesi perdagangan Rabu (1/7/2026), setelah pada penutupan kemarin merosot hingga ke angka Rp17.907 per dolar AS.

Mengacu pada data Tradingview, mata uang Garuda terkoreksi 0,31 persen atau anjlok 56 poin ke posisi Rp17.907 per dolar AS pada Selasa (30/6/2026), sementara indeks dolar AS menguat 0,25 persen ke posisi 101,36.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menerangkan bahwa dari faktor eksternal, pelaku pasar tengah mencermati ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Doha.

Ketidakpastian pertemuan tersebut mempertegas rapuhnya kesepakatan 17 Juni guna menyudahi konflik yang sempat mengganggu distribusi minyak global melewati Selat Hormuz.

Selain itu, sentimen negatif disumbang oleh menguatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan minimal satu kali pada tahun ini.

Fokus pasar kini beralih pada rilis data ketenagakerjaan AS, yakni laporan Nonfarm Payrolls yang dijadwalkan keluar pada hari Kamis mendatang.

Dari faktor domestik, pelaku pasar tengah menanti rilis data neraca perdagangan periode Mei di tengah kekhawatiran menyusutnya surplus perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan akumulasi surplus perdagangan Indonesia hingga April baru menyentuh US$ 5,64 miliar, merosot tajam dibandingkan periode Januari-April 2025 yang menembus di atas US$ 10 miliar.

Kondisi tersebut berisiko mengikis ketahanan eksternal serta memperberat tekanan bagi nilai tukar rupiah seandainya tidak disokong oleh aliran modal asing.

Di sisi lain, laju inflasi pada Mei mulai mendekati batas atas dari target Bank Indonesia akibat kenaikan harga komoditas pangan.

Sentimen dalam negeri juga terdampak oleh regulasi baru mengenai imunitas hukum bagi pembeli obligasi Danantara yang memicu kekhawatiran terkait tata kelola serta transparansi.

Sepanjang perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah bakal ditutup jatuh pada kisaran Rp17.900-Rp17.950.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index