JAKARTA – Wall Street mengalami reli dan ditutup menguat dengan indeks Dow mencapai rekor penutupan tertinggi baru. Hal ini terjadi karena meredanya permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran, serta kenaikan saham terkait teknologi setelah sempat mengalami penjualan.
Pada Senin (29/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 306,63 poin atau 0,59 persen ke posisi 52.182,74. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 86,41 poin atau 1,18 persen ke 7.440,43, dan indeks Nasdaq Composite naik 522,53 poin atau 2,07 persen ke 25.820,14.
Dukungan bagi bursa saham Amerika Serikat muncul setelah tim negosiasi dari kedua negara dijadwalkan tiba di Doha pada minggu ini. Meskipun begitu, Iran menyatakan belum ada pertemuan yang dijadwalkan pasca-insiden tembakan rudal akhir pekan lalu yang menguji gencatan senjata sementara.
Pada 17 Juni, Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz.
"Fakta bahwa terjadi permusuhan antara AS dan Iran selama akhir pekan sebenarnya tidak berdampak negatif pada pasar," ujar Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
"Pasar sedang menantikan dan mempersiapkan musim laporan keuangan, yang tidak terlalu jauh," kata Cardillo, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Sebagian besar perusahaan dalam indeks S&P 500 dijadwalkan melaporkan hasil kuartal kedua setelah pertengahan Juli.
Sektor layanan komunikasi memimpin kenaikan di antara indeks S&P 500. Saham Comcast melonjak 4,5 persen setelah perusahaan berencana memisahkan diri menjadi dua entitas independen yang terdaftar di bursa.
Saham SpaceX melesat 7,2 persen setelah Nasdaq mengumumkan perusahaan tersebut akan dimasukkan ke dalam indeks Nasdaq 100 pada 7 Juli. Sementara itu, perusahaan induk Google, Alphabet, ditutup naik 4,8 persen pada hari pertamanya bergabung sebagai komponen indeks Dow.
Kegiatan window dressing di akhir kuartal juga dinilai turut membantu pasar. "Gerakan window dressing di akhir kuartal, di mana investor membeli saham-saham tertentu untuk membuat portofolio mereka terlihat lebih baik, mungkin juga telah membantu pasar," tutur Cardillo, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Kekhawatiran mengenai pengeluaran kecerdasan buatan (AI) sebelumnya sempat menekan saham perusahaan terkait, termasuk sektor semikonduktor. Pada hari Senin, indeks teknologi informasi berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,7 persen.
RBC Capital Markets menaikkan target 12 bulan untuk indeks S&P 500 menjadi 8.150 dari target sebelumnya sebesar 7.900. Optimisme tersebut didorong oleh kekuatan pendapatan perusahaan dan kondisi makroekonomi yang mendukung.
Investor saat ini sedang menantikan rilis laporan pekerjaan bulanan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Kamis.